Intip Strategi Bisnis Peritel Ponsel Erafone di Tengah Perubahan Zaman

Kompas.com - 18/07/2019, 20:10 WIB
VP Digital Marketing Erajaya Swasembada Eric Lee saat peluncuran fitur Tokopedia Tukar Tambah di Jakarta, Kamis (18/7/2019). FIKA NURUL ULYAVP Digital Marketing Erajaya Swasembada Eric Lee saat peluncuran fitur Tokopedia Tukar Tambah di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Retailer ponsel dan tablet bergaransi resmi, Erafone, memiliki beberapa strategi bisnis khusus untuk menggaet pangsa pasarnya di tengah perubahan zaman ke arah digital.

VP Digital Marketing Erajaya Swasembada Eric Lee mengatakan, Erafone telah mempunyai program online to offline dalam pembelian ponsel sejak tahun lalu. Jadi, pelanggan bisa memesan dari ponsel masing-masing dan mengambil barang di ritel erafone terdekat.

"Dari tahun lalu kita sudah ada program online to offline. Oke belinya online tapi pick-up hpnya bisa di store manapun. Karena saat ini kita berpikiran customer kita sebenarnya sama di offline dan online, pangsanya sama," kata Eric Lee di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Erajaya Yakin Pemberantasan Ponsel BM Bisa Dongkrak Penjualan

Dia menuturkan, pihaknya saat ini akan berekspansi bisnis ke daerah-daerah tertentu untuk pemerataan distribusi. Karena tujuannya untuk pemerataan distribusi, Erafone akan menjangkau kota-kota kecil yang belum didominasi Erafone seperti Cirebon.

"Salah satu target ekspansi kita adalah keluar dari kota-kota yang ingin kita dominasi. Kita gencar ke banyak kota seperti Cirebon misalnya, karena kita mau menghadirkan layanan penjualan hp yang convenience," ujar Eric.

"Karena saat ini kita lihat harga ponsel di setiap toko berbeda-beda dan payment methodnya juga terbatas cuma cash dan debit. Kalau di kita harganya memang resmi dan opsi pembayarannya sudah banyak," tambah Eric.

Adapun, angka penjualan Erafone terus tumbuh dari tahun ke tahun. Sayangnya, Eric enggan memberikan besaran angka pertumbuhan yang dimaksud.

"Angkanya enggak bisa kita disclose. Tapi paling gampangnya, toko kita tambah terus, dalam setahun saja kita sudah mengalami pertambahan toko hampir 100. Kita akan terus melakukan penambahan toko ini. Tapi memang pertumbuhan industri HP memang signifikan dari industri kita," ungkap Eric.

Pembelinya pun tak terbatas dari kalangan usia. Pembelian ponsel selama ini memang lebih disesuaikan dari kebutuhan konsumen. Rerata pembelian ponsel nasional, kata Eric, berada pada rentang Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Sementara untuk penjualan ponsel premium yang harganya di atas Rp 7 juta, Erafone masih mendominasi karena notabene-nya peritel multibrand.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X