Suhana
Peneliti

Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim.

Jokowi, G20, dan Menteri Pemberani

Kompas.com - 20/07/2019, 20:05 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan penjelasan mengenai pelanggaran yang dilakukan Kapal MV Silver Sea 2, kapal berbendera Thailand yang diduga menampung ikan hasil curian dari perairan Indonesia, di Sabang, Aceh, Jumat (25/9). Susi menyatakan pihaknya mewakili Pemerintah Republik Indonesia siap dan akan terus memerangi para pencuri ikan di perairan Indonesia. Setidaknya, pihaknya tidak gentar menghadapi gugatan pra pradilan yang dilakukan pihak Kapal MV Silver Sea 2, kapal ikan berbendera Thailand yang diduga menampung ikan curian dari Indonesia dan ditangkap 12 Agustus lalu. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan penjelasan mengenai pelanggaran yang dilakukan Kapal MV Silver Sea 2, kapal berbendera Thailand yang diduga menampung ikan hasil curian dari perairan Indonesia, di Sabang, Aceh, Jumat (25/9). Susi menyatakan pihaknya mewakili Pemerintah Republik Indonesia siap dan akan terus memerangi para pencuri ikan di perairan Indonesia. Setidaknya, pihaknya tidak gentar menghadapi gugatan pra pradilan yang dilakukan pihak Kapal MV Silver Sea 2, kapal ikan berbendera Thailand yang diduga menampung ikan curian dari Indonesia dan ditangkap 12 Agustus lalu.

Sementara itu, dengan diberlakukannya peraturan EC Nomor 1005/2008 Establishing a Community system to prevent, deter and eliminate illegal, unreported and unregulated fishing, beberapa negara yang masih melakukan kegiatan IUUF mendapatkan kartu kuning dari Uni-Eropa (UE), yaitu negara tersebut harus memperbaiki pengelolaan perikanannya selama periode 6 bulan dan dapat diperpanjang.

Apabila negara tersebut dapat melakukan perbaikan maka pra-identifikasi (kartu kuning) itu dapat dihapus, namun apabila negara tersebut tidak dapat mengatasi masalah IUUF, maka diberikan kartu merah dan masuk dalam daftar hitam, yaitu larangan semua produk tangkapannya masuk ke UE.

Beberapa negara yang mendapatkan kartu kuning, antara lain Filipina (Juni 2014 sampai April 2015), Papua Niugini (Juni 2014 sampai Oktober 2015), Kepulauan Solomon (Desember 2014 sampai Februari 2017), Thailand (April 2015 sampai Januari 2019), Taiwan (Oktober 2015 sampai saat ini) dan Vietnam (Oktober 2017 sampai saat ini).

Selain itu juga, dengan tidak adanya armada kapal asing dan eks asing telah meningkatkan peranserta armada kapal ikan domestik.

Memang benar bahwa kapal armada kapal berbendera Indonesia di ZEEI dan Laut lepas pasca kebijaakan Moratorium perizinan kapal eks asing mengalami penurunan, hal ini disebabkan sebagian besar kapal-kapal berbendera Indonesia tersebut merupakan kapal-kapal eks asing.

Namun demikian, walaupun armada penangkapan di ZEEI dan laut lepas menurun, belum tentu produksi ikan yang dominan dari kedua wilayah tersebut menurun.

Misalnya produksi ikan tuna, dalam periode 2015-2017 Indonesia masih dapat mempertahankan sebagai produsen tuna terbesar dunia dengan pertumbuhan produksi mencapai 0,15 persen pertahun.

Total produksi tuna Indonesia tahun 2017 mencapai 926.939 ton atau 15,57 persen dari total produksi tuna dunia (FAO 2019).

Meningkatkan ekonomi perikanan

FAO (2019) memprediksi bahwa tahun 2028 pertumbuhan perdagangan ikan dunia diperkirakan melambat dibandingkan dekade sebelumnya. Hal ini disebabkan melambatnya pertumbuhan produksi ikan dunia dan ketegangan perdagangan antara USA dan China.

Namun demikian tingkat pertumbuhan ekspor Indonesia diperkirakan akan meningkat, seiring dengan terus meningkatnya produksi ikan, diharapkan Indonesia menjadi eksportir ikan terbesar keempat dunia tahun 2028.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.