Suhana
Peneliti

Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim.

Jokowi, G20, dan Menteri Pemberani

Kompas.com - 20/07/2019, 20:05 WIB
Para pekerja membongkar muatan ikan tongkol hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Selain untuk memenuhi permintaan pasar lokal, hasil Tangkapan Ikan Tongkol dengan ukuran dan kualitas tertentu juga banyak memenuhi permintaan pasar ekspor. Untuk tingkat nelayan harga pasar ekspor Ikan tongkol mencapai Rp 20.000 per kilogram, sedangkan pasar lokal rata-rata Rp 16.000 per kilogram. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOPara pekerja membongkar muatan ikan tongkol hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Selain untuk memenuhi permintaan pasar lokal, hasil Tangkapan Ikan Tongkol dengan ukuran dan kualitas tertentu juga banyak memenuhi permintaan pasar ekspor. Untuk tingkat nelayan harga pasar ekspor Ikan tongkol mencapai Rp 20.000 per kilogram, sedangkan pasar lokal rata-rata Rp 16.000 per kilogram.

Dengan demikian kedepan diharapkan daya saing Indonesia akan semakin membaik, terlebih pasokan bahan baku nasional terlihat semakin membaik dalam beberapa tahun terakhir ini.

Berdasarkan hal tersebut, ada beberapa strategi yang akan dilakukan agar produk perikanan Indonesia dapat bersaing atau berjaya di pasar nasional dan internasional.

Yang pertama, dalam jangka pendek, pemerintah perlu terus memperbaiki dan memperkuat rantai pasok komoditas ikan nasional dari wilayah basis produksi (Indonesia bagian timur dan sebagian tengah) ke basis industri pengolahan ikan dan pasar ikan dalam negeri (Indonesia bagian barat dan sebagain tengah).

Kedua, dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah perlu mendorong para Investaor industri pengolahan untuk membangun industrinya di lokasi yang berdekatan dengan bahan baku.

Selain untuk meningkatkan efisiensi kinerja industri, hal ini juga dimaksudkan agar nilai tambah hasil produksi perikanan betul-betul dapat dinikmati oleh masyarakat lokal.

Nilai tambah tersebut, misalnya, berupa serapan tenaga kerja lokal bagi industri pengolahan perikanan.

Ketiga, menambah dan memperkuat kinerja logistik perikanan nasional. Hal ini dimaksudkan agar biaya logistik ikan nasional dapat lebih ditekan guna terus meningkatkan daya saing produk perikanan nasional.

Biaya logistik ikan nasional saat ini masih sangat tinggi, sehingga harga bahan ikan menjadi kurang kompetitip dipasar internasional.

Kelima, optimalisasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang telah dibangun oleh pemerintah, khususnya yang ada diwilayah perbatasan dalam meningkatkan kinerja ekspor perikanan nasional.

Hal ini dimaksudkan agar pusat ekspor perikanan nasional dapat menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Selama ini pusat ekspor komoditas perikanan nasional lebih terpusat di wilayah Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.