SDM Unggul Mampu Dongkrak Daya Saing Nasional

Kompas.com - 22/07/2019, 15:06 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro (tengah) memberi penjelasan di 
Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (22/7/2019). 


MURTI ALI LINGGAMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro (tengah) memberi penjelasan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (22/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan kemampuan sumber daya manusia ( SDM) Indonesia akan mampu meningkatkan daya saing nasional.

Karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kemampuan SDM supaya bisa unggul dari negara-negara lain.

"SDM yang unggul dan berdaya saing diharapkan mendongkrak produktivitas daya saing nasional yang secara langsung berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Bambang di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (22/7/2019).

Bambang mengungkapkan, kemampuan SDM yang unggul memberikan dampak turunan positif di berbagai aspek yang ujungnya pada pertumbuhan ekonomi. Apalagi, selama ini dengan pertumbuhan itu telah membuka lapangan pekerjaan yang terbilang banyak.

"Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas telah mampu menciptakan 11,2 juta kesempatan kerja baru, jumlah tersebut melampaui terget penciptaan 10 juta kesempatan kerja dalam RPJMN 2015-2019. Tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan," tuturnya.

Menurutnya, capaian yang telah diraih selama ini harus dijaga dan ditingkatkan supaya akselerasi pertumbuhan ekonomi tetap baik. Kendati demikian, Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan di tengah perkembangan teknologi dan zaman.

"Untuk sampai ke sana Indonesia harus mengatasi setidaknya tiga tantangan utama," sebutnya.

Tantangan yang dimaksud Menteri Bappenas itu ialah masih rendahnya daya saing SDM Indonesia dibandingkan negara-negara lain khususnya di kawasan ASEAN. Kini Indonesia berada di urutan 65 dari 130 negara, kalah dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

"Isu rendahnya kualitas pendidikan dan vokasi menjadi fokus perbaikan di bidang pendidikan saat ini. Kedua, lebih dari setengah pekerja Indonesia masih berada di sektor informal dengan produktivitas yang rendah. Sektor manufaktur belum berhasil menjadi penyerap utama dalam pencipta lapangan kerja," sambungnya.

Selain daya saing SDM, masih ada beberapa catatan Kementerian Bappenas yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Sehingga kedepannya SDM Indonesia bisa unggul.

Dalam upaya meningkatkan kemampuan SDM, pemerintah melalui PPN/Bappenas bersama Pemeriah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) menggelar program Indonesia Development Forum (IDF) 2019 mulai 22-23 Juli 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

IDF 2019 menjadi forum bagi praktisi pembangunan di sektor publik, swasta dan nirlaba untuk bertemu, bertukar gagasan, dan mencari solusi guna atasi tantangan pembangunan Indonesia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X