Kemenhub Keluarkan "Notices to Mariners" Pasca-Gelembung Gas Pertamina

Kompas.com - 22/07/2019, 18:32 WIB
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Ahmad (ketiga kanan) memberokana keterangan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (22/7/2019). MURTI ALI LINGGADirektur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Ahmad (ketiga kanan) memberokana keterangan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (22/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) akan mengeluarkan notice to mariners setelah terjadinya gelembung gas di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Insiden ini terjadi pada 12 Juli 2019 di Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

"Kita akan keluarkan notice pemberitahuan peringatan lalulintas pelanggaran," kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Ahmad dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Baca: Pertamina Terjunkan Tim Ahli Atasi Gelembung Gas di Pantai Utara Jawa

Ahmad menjelaskan, saat ini penanganan kebocoran minyak dan gas PHE masih dapat dilakukan dengan baik oleh Pertamina sebagai operator. KPLP dengan PHE telah melakukan pertemuan guna membahas penanganan dan kondisi terkini di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pertemuan hari ini, PHE mengatakan masih bisa menanganinya. Namun tetap berkoordinasi dengan Kemenhub.

"Kita sudah clear dapat penjalasan dari PHE yang merupakan operator. Kita juga beri masukan-masukan atas kejadi tersebut guna untuk menanggulangi ke depan secara bersama," tuturnya.

Dia menerangkan, notice to mariners tersebut berupa peringatan pelayaran yang akan dilakukan kapal-kapal. Sehingga kapal yang berlayar tahu rute mana yang aman untuk dilayari.

"Sementara tidak mengganggu pelayaran komersial," sebutnya.

Hingga kini status, insiden kebocoran migas tersebut masuk katagoti Tier 1. Yang bertindak sebagai Mission Coordinator (MC) adalah Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kepulauan Seribu yang merupakan Syahbandar terdekat dari lokasi kejadian.

"Penyebabnya masih diidentifikasi oleh PHE. Dari situ sudah bentuk 6 tim," lanjut dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, telah terjadi gelembung gas di lapangan YYA, Blok Offshore North West Java (ONWJ). Blok minyak dan gas (migas) tersebut terletak di 2 kilometer (km) dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Proyek pengeboran sumur migas itu dilaksanakan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Insiden tersebut terjadi sejak Jumat 12 Juli 2019 lalu. Saat ini, gelembung gas tersebut masih terjadi dan terus ditangani.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X