Soal Proyek Rp 10 Triliun, Komisaris Krakatau Steel Mengundurkan Diri

Kompas.com - 23/07/2019, 13:32 WIB
Ilustrasi: Pegawai Krakatau Steel memantau pembuatan lembaran baja panas di Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2015). KOMPAS/DWI BAYU RADIUSIlustrasi: Pegawai Krakatau Steel memantau pembuatan lembaran baja panas di Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Komisaris Krakatau Steel Roy Maningkas mengajukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatan Komisaris Independen kepada Kementerian BUMN.

Hal itu dilakukan Roy seiring dengan dissenting opinion atau perbedaan pendapat terkait proyek Blast Furnace yang bernilai 714 juta miliar dollar AS atau Rp 10 triliun.

"Tetapi dissenting opinion saya direspon secara negatif oleh Kementerian BUMN," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Roy tidak setuju dengan pengoperasian Project Blast Furnace Krakatau Steel karena terkesan dipaksakan. Padahal proyek Rp 10 triliun itu dinilai belum siap.

Baca: Bos Krakatau Steel: Proses Restrukturisasi, Tentu Ada yang Tidak "Happy"

Rencananya, Blast Furnace hanya akan dioperasikan untuk dua bulan dan kemudian akan dimatikan kembali karena Krakatau Steel kekurangan bahan baku.

Padahal di dalam kontrak, uji coba perlu dilakukan hingga 6 bulan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bayangkan Rp 10 triliun hanya untuk 2 bulan. Katanya agar tidak jadi temuan BPK," kata dia.

Selain itu, Roy juga mengatakan bahwa alasan pengoperasikan Blast Furnace karena khawatir akan diklaim ratusan juta dollar oleh kontraktor proyek yakni MCC CERI bila tidak dioperasikan.

Dewan Komisaris kata dia, sudah meminta berkali-kali agar dilakukan audit bisnis naik dan audit teknologi untuk mengetahui kehandalan, keamanan dan efisiensi proyek Blast Furnace. Termasuk menunjuk konsultan independen. Namun ucap Roy, hal itu tidak pernah digubris.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X