BI: Uang Rupiah Boleh Dijadikan Mahar, Asal ...

Kompas.com - 23/07/2019, 19:46 WIB
Ilustrasi rupiahKOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Ilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Mata uang rupiah kerap kali dijadikan mahar pernikahan oleh para calon pengantin.

Alasannya karena seringkali mempunyai makna spesial, misalnya tanggal cantik dan lebih unik dari sekedar mahar lainnya.

Namun, uang rupiah dalam mahar biasanya tak diberikan dalam kondisi semestinya. Rupiah tersebut sudah dikreasikan sedemikian rupa seperti dilem, dilipat, dan distapler.

Menanggapi hal ini, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ( BI) Mirza Adityaswara mengatakan, menggunakan rupiah sebagai mahar boleh saja, asal harus sesuai kondisi semestinya, bukan dilipat atau dirusak.

Baca juga: Warga Boyolali Ini Gunakan Saham sebagai Mahar Pernikahan

"Kalau ditanya boleh atau enggak jadi mahar, boleh. Tapi jangan dilipat-lipat," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara dalam konferensi pers dan perpisahannya, Selasa (23/7/2019).

Mirza mengatakan, BI seringkali mengimbau masyarakat agar selalu menjaga dan merawat kondisi uang.

Hal itu pun telah tertera dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, di mana setiap orang, dilarang merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara.

"Soal mahar pakai rupiah, intinya BI punya kampanye bagaimana kita memelihara uang, jangan dilipat, jangan dicoret-coret, jangan distaples, jangan dibasahi, dan jangan diremas-remas," ucap Mirza.

"Jadi, kalau jadi mahar ya boleh-boleh saja. Boleh mas kawin, boleh uang tapi jangan dilipat-lipat. Kan kasihan juga yang menerima kalau ditekuk-tekuk gitu. Repot," pungkas Mirza.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X