Kompas.com - 24/07/2019, 12:48 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memberikan pembekalan dan motivasi kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam acara Presidential Lecture 2019 yang digelar di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (24/7/2019). MURTI ALI LINGGAWakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memberikan pembekalan dan motivasi kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam acara Presidential Lecture 2019 yang digelar di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (24/7/2019).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memberikan pembekalan dan motivasi kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam acara Presidential Lecture 2019 yang digelar di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Poin penting yang disampaikan Kalla adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengetahui tugas dan tanggung jawabnya.

"Yang menjadi tugas Anda melayani," kata Kalla di hadapan ribuan CPNS.

Wapres mengatakan, setiap profesi tentu punya tugas dan tanggung jawab. Oleh karena itu, cara melayaninya pun juga berbeda sesuai dengan kodratnya. 

 Baca juga: Simak! Ini Informasi Lengkap Proses Penerimaan CPNS 2019

Dengan demikian, kehadiran ASN dapat menjadi pelayanan publik demi kemajuan negara.

"Melayani tentu berbeda caranya,  tergantung apa tugasnya. Seorang guru, artinya mengajar dan mendidik generasi muda dengan baik Pegawai kesehatan, artinya melayani meningkatkan kesehatan," ujarnya.

Selain itu, JK juga meminta seluruh ASN untuk bepikir cerdas dan maju, serta terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam bidang pekerjaanya.

Sehingga dengan sikap tersebut memberikan perubahan dan kemajuan bagi Indonesia.

"Semuanya mempunyai tugas masing-masing dalam melayani. Jangan berprinsip, dulu PNS itu ingin dihargai dan layani, itu sudah berubah. Kita harus berpikir lebih baik dan maju," imbuhnya.

Baca juga: BKN Sebut Ada 7 Tahapan Proses CPNS dan PPPK 2019, Apa Saja?

Dia menyebutkan, jika sebuah proses administrasi bisa dilakukan dengan cepat maka harus segera diselesaikan. Ia meminta tidak ada alasan lagi untuk lambat dalam melayani masyarakat dalam hal apapun.

"Jangan berprinsip, kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat? Pokoknya harus dipercepat itu prinsip yang kita pegang saat ini," tegasnya.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyelenggarakan Presidential Lecture kedua pada 2019. Acara ini diikuti lebih dari 6.000 CPNS yag diterima pada rekrutmen 2018 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.