Kerja Sama Pemda dan Swasta Atasi Masalah Sampah Puntung Rokok di Bali

Kompas.com - 26/07/2019, 05:06 WIB
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat memaparkan dukungannya terhadap acara Circular Revolution di Bali yang bertujuan melestarikan lingkungan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dok. HM SampoerneKetua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat memaparkan dukungannya terhadap acara Circular Revolution di Bali yang bertujuan melestarikan lingkungan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT HM Sampoerna Tbk menginisiasi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait sampah puntung rokok di Bali. Dalam hal ini, perseroan menyatakan siap menggandeng pemerintah daerah.

Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna Ervin Pakpahan mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Bali. Ervin menyebut, penanggulangan sampah memerlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam isu-isu keberlanjutan, kata Ervin, Sampoerna telah dan senantiasa mengambil langkah nyata untuk berkontribusi dalam penanggulangan sampah.

Baca juga: Gandeng Aktivis Lingkungan, Sampoerna Atasi Masalah Sampah Puntung Rokok

"Sampoerna berharap bahwa gerakan sosial ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak khususnya masyarakat luas untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan yang pada akhirnya akan memberikan manfaat baik terhadap mutu kehidupan," kata Ervin dalam keterangannya, Jumat (26/7/2019).

Adapun gerakan sosial yang digulirkan Sampoerna di Bali adalah #SayaAjaBisa dan #PuntungituSampah.

Gerakan yang bertujuan mengatasi permasalahan sampah puntung rokok ini diinisiasi perseroan sejak awal 2019, dan telah menjangkau beberapa kota, termasuk Bali. Di Bali, gerakan ini telah dilakukan di Tabanan dan Seminyak.

Baca juga: HM Sampoerna Terima Penghargaan Lingkungan Tingkat Asia

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini menuturkan, gerakan ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 yang bertujuan mengurangi limbah sampah plastik hingga 70 persen.

Dalam menjalankan pergub ini, sambungnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar tujuan Bali yang lebih bersih dapat tercapai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X