Hati-hati Ancaman Fintech Ilegal, Bagaimana Tips Amannya?

Kompas.com - 26/07/2019, 17:51 WIB
Ilustrasi: fintech, pinjaman online ShutterstockIlustrasi: fintech, pinjaman online

JAKARTA, KOMPAS.com - Fintech atau perusahaan yang menyediakan jasa keuangan termasuk pinjaman secara online tengah mendapatkan perhatian publik.

Praktik yang dilakukan fintech ilegal meresahkan dan membuat konsumennya terdesak.

Fintech legal harus terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fintech-fintech ini wajib mematuhi segala aturan yang ada, seperti akses data konsumen dibatasi dalam koridor tertentu hingga cara penagihan sesuai kode etik.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi OJK Tongam Lumban Tobing mengatakan, setidaknya terdapat 113 fintech yang terdaftar dan berizin OJK, terdiri dari 7 perusahaan telah berizin.

Baca juga: Kasus Konsumen Fintech Diiklankan Siap Digilir karena Telat Bayar, Ini Tanggapan OJK

"Tujuh sudah mendapatkan izin, 96 masih status terdaftar. Status terdaftar sudah bisa menjalankan usaha, tetapi dalam jangka waktu yang ditentukan harus mengurus izin," kata Tongam saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/7/2019) sore.

Masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap perusahaan yang menawarkan pinjaman secara online agar tak menjadi korban oknum tak bertanggung jawab ini.

Tongam mengatakan, masyarakat dapat mengakses daftar fintech legal ini di situs resmi OJK.

Tak ada cara lain untuk mengetahui suatu fintech legal atau ilegal. Namun, terdapat beberapa perbedaan yang dapat diperhatikan.

Lalu, bagaimana cara membedakan fintech legal dengan ilegal ini? Berikut ulasannya:

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X