BTN akan Terbitkan Surat Utang Global Sebesar 300 Juta Dollar AS

Kompas.com - 26/07/2019, 18:16 WIB
Direktur Utama Bank BTN Maryono (tengah) berserta direksi menyampaikan kinerja keuangan Bank BTN di Jakarta, Jumat (26/7/2019). MURTI ALI LINGGADirektur Utama Bank BTN Maryono (tengah) berserta direksi menyampaikan kinerja keuangan Bank BTN di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara ( BTN) Tbk kini tengah bersiap menerbitkan surat utang global (junior global bond) sebesar 300 juta dollar AS.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, penerbitan instrumen tersebut akan dilakukan pada paruh kedua atau semester II tahun ini. BTN sudah merasa siap karena catatan kinerja pada semester I/2019 masih sesuai target yang telah dicanangkan.

"Semester kedua tahun ini ya, mudah-mudahan," kata Maryono di Menara BTN, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).

Maryono mengungkapkan, melalui penerbitan global bond tersebut beserta berbagai tambahan wholesale funding lainnya, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BTN diproyeksikan berada pada level 19,1 persen hingga akhir tahun ini. Sehingga dengan permodalan itu, BTN bersiap meningkat kredit pada tahun depan.

"Bank BTN bersiap memacu kredit pada tahun selanjutnya," ujarnya.

Pada semester I 2019 ini, BTN telah mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun. Tetapi angka ini turun sebesar 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,42 triliun.

"Laba di semester I ini Rp 1,3 triliun. Laba ini, 50 persen dari target kita sampai akhir tahun," imbuhnya.

Maryono menyampaikan, terget laba bersih perseroan pada akhir tahun ini ialah sebesar Rp 2,6 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih BTN per semester I 2019 sebesar Rp 4,71 triliun atau turun 1,2 persen (yoy) yang senilai Rp 4,77 triliun.

"Kinerja kami pada semester pertama ini on track," ujarnya.

Sepanjang semester I 2019, penyaluran kredit BTN meningkat 18,78 persen (yoy) menjadi Rp 251,04 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, penyaluran kredit hanya sebasar Rp 211,35 triliun. Kredit tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit perumahan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X