Kompas.com - 29/07/2019, 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini, banyak milenial yang masih enggan menyiapkan dana darurat. Alasannya karena uang gaji yang kecil dan banyaknya kebutuhan yang mesti dipenuhi.

Padahal, dana darurat sangatlah penting mengingat dalam hidup akan selalu ada risiko yang tak terduga. Untuk itu, Anda sebenarnya perlu mendetailkan semua kebutuhan termasuk dana darurat atau pengeluaran tak terduga.

"Ada berbagai faktor yang tidak bisa kita prediksi dan bisa terjadi kapanpun sehingga mengganggu anggaran keluarga. Ketika tidak memiliki cukup dana untuk membiayainya, bisa jadi kita harus mengorbankan alokasi kebutuhan rutin atau bahkan harus berutang dengan bunga yang sangat tinggi," kata Agency Development Manager Sequis Henry Virpi K S dalam siaran pers, Senin (29/7/2019).

"Padahal jika kita memiliki dana darurat, kondisi keuangan masih dapat terjaga. Seringkali kondisi darurat memerlukan biaya yang besar maka kebutuhan untuk dana darurat diambil dari alokasi pos anggaran masa depan," tambah Virpi.

Baca: Gunakan Cara Ini untuk Persiapkan Dana Darurat Sekaligus Investasi

Itulah pentingnya menyisihkan uang untuk dana darurat. Virpi mengatakan, dana darurat idealnya berupa uang tunai atau harta yang bersifat likuid alias bisa dicairkan, sehingga bisa digunakan untuk kejadian-kejadian tak terduga.

Tapi setidaknya, kata Virpi, milenial perlu memiliki dana darurat sebesar 30 persen dari target dana darurat yang seharusnya.

"Dana darurat idealnya berupa dana tunai (cash money) atau bersifat likuid karena dana darurat akan digunakan untuk kejadian tak terduga. Setidaknya kita memiliki 30 persen dana dari target dana darurat yang seharusnya," kata Virpi.

Selain itu, dana darurat juga dapat disiapkan dengan melihat status pernikahan. Virpi mengatakan, bagi Anda milenial yang lajang hendaknya menyiapkan 6 kali dari pendapatan.

"Misalnya, seorang lajang memiliki pengeluaran 10 juta per bulan. Maka idealnya dia harus memiliki 6 kali dari pengeluarannya, yaitu Rp 60 juta," ujar Virpi.

"Dengan demikian, ia harus mulai mempersiapkan setidaknya 30 persen atau sekitar Rp18 juta, barulah berikutnya ia bisa berinvestasi sembari menggenapi 70 persen dari total dana darurat yang telah diperkirakan sebelumnya,” kata Henry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Transfer BNI dan Bank Lainnya untuk Transaksi di ATM

Kode Transfer BNI dan Bank Lainnya untuk Transaksi di ATM

Whats New
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI, EDC, BRImo, dan Internet Banking

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI, EDC, BRImo, dan Internet Banking

Spend Smart
Perluas Segmen Nasabah Jadi Strategi BTPN Hadapi Potensi Resesi di 2023

Perluas Segmen Nasabah Jadi Strategi BTPN Hadapi Potensi Resesi di 2023

Whats New
RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

Whats New
Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Whats New
Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

BrandzView
Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Whats New
Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Whats New
Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Whats New
Lowongan Kerja Astra Honda Motor untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Astra Honda Motor untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Masih Dikaji, BI Bocorkan Cara Masyarakat Mendapatkan Rupiah Digital

Masih Dikaji, BI Bocorkan Cara Masyarakat Mendapatkan Rupiah Digital

Whats New
Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung 'Dioper' di Padalarang

Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung "Dioper" di Padalarang

Whats New
Jual Aset, Rugi HERO Menyusut Signifikan

Jual Aset, Rugi HERO Menyusut Signifikan

Whats New
Soal PHK, Kemenperin Berharap Pabrik Aqua Danone di Solok Kembali Beroperasi Normal

Soal PHK, Kemenperin Berharap Pabrik Aqua Danone di Solok Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Gandeng Perguruan Tinggi, IDSurvey Dorong Pengembangan Industri Migas

Gandeng Perguruan Tinggi, IDSurvey Dorong Pengembangan Industri Migas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.