OJK: Error Layanan Bank Mandiri Harus Jadi Pelajaran untuk Bank Lain

Kompas.com - 30/07/2019, 18:23 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjabarkan tentang fintech di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/7/2019). MURTI ALI LINGGAKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjabarkan tentang fintech di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (KOMPAS100: BMRI) dua minggu yang lalu mengalami gangguan. Nasabah pun kebingungan lantaran ada yang tiba-tiba saldo di rekeningnya berkurang, ada pula yang tia-tiba bertambah.

Meski pihak Bank Mandiri telah menangani hal tersebut, namun Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso meminta bank lain untuk berhati-hati dan melakukan langkah antisipatif agar hal serupa tak kembali terjadi.

"Untuk bank-bank lain ini menjadi peringatan kita semua agar berhati-hati. Tapi ini kasusnya sudah selesai, dan nasabah jangan khawatir dananya dirugikan," ujar Wimboh di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Baca juga: Bank Mandiri: Tak Ada Migrasi Nasabah Imbas Gangguan Sistem IT

Dia menambahkan, saat ini pihak otoritas tengah mengkaji penyebab utama dari error transaksi tersebut. Pasalnya, kasus Bank Mandiri ini baru terjadi untuk pertama kalinya.

"Sedang dikaji, apakah purely technical error atau ada hacking, kita nggak tahu," ujar Wimboh.

Sebagai informasi, akhir pekan dua minggu yang lalu, nasabah Bank Mandiri ramai mengeluhkan adanya error transaksi di media sosial. Beberapa dari mereka ada yang kehilangan saldo di rekening, ada pula yang saldonya bertambah.

Baca juga: Layanan Sempat Error, Bank Mandiri Berpotensi Rugi Rp 10 Miliar

Adapun error tersebut telah terjadi karena perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari mengalami error pada data 10 persen nasabah Bank Mandiri.

Setidaknya, terdapat 2.600 rekenig nasabah yang mengalami kelebihan saldo. Akibat kelebihan pencatatan saldo tersebut, Bank Mandiri berpotensi mengalami kerugian kurang dari Rp 10 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X