UEA dan Softbank Janji Tanam Modal, Menkeu Optimistis Investasi Bakal Tumbuh

Kompas.com - 31/07/2019, 07:47 WIB
Mentri Keuangan , Sri Mulyani Indrawati KOMPAS.com/DESY KRISTI YANTIMentri Keuangan , Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi di semester I (Januari-Juni) 2019 mencapai Rp 395,6 triliun, meningkat 9,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 361,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyai Indrawati pun optimistis nilai investasi yang masuk ke dalam negeri bakal terus tumbuh.

Kondisi perekonomian Indonesia yang stabil dan arah kebijakan moneter yang pasti membuat salah satu faktor pendorong yang membuat tingkat kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia menjadi kian meningkat.

Baca: Bahas Investasi, Jokowi Bakal Bertemu Bos SoftBank

Hal tersebut ditunjukkan dengan kedatangan Uni Emirat Arab (UEA) dan investor kelas kakap asal Jepang, Softbank beberapa waktu yang lalu.

"Dengan ekonomi Indonesia yang stabil dan arah kebijakan moneter yang pasti dan koordinasinya semua harmonis dan satu arah ini menimbulkan dampak confident yang bagus. Sekarang sudah mulai banyak tamu yang datang ke Indonesia," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Kesepahaman Bisnis

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo baru saja melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed Bin Zayed Al Nahyan yang menghasilkan nota kesepahaman bisnis dengan nilai 9,7 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 136 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Jokowi pun juga melakukan pertemuan dengan bos Softbank Masayoshi Son yang bakal menanamkan modal sebesar 2 miliar dollar AS kepada Grab. Nantinya, dana tersebut akan digunakan Grab untuk membuka markas kedua di Jakarta.

"Kemarin UEA yang sudah janji untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka nanya-nanya mana tempat yang bisa dibikin proyek, mana tempat investasinya. Sekarang Softbank juga yang investasi di Grab," ujar dia.

Sri Mulyani mengatakan, arah kebijakan Presiden Jokowi paska pemilu memang bertujuan untuk memacu investasi serta ekspor. Pemerintah pun terus menggelontorkan kebijakan dengan berbagai kuncuran insentif fiskal. Sehingga diharapkan kinerja investasi di semester II 2019 kian meningkat.

"Kita harapkan FDI (Foreign Direct Investment) dan PMA (Penanaman Modal Asing) akan tumbuh, kemarin sempat kontraksi karena ketidakpastian di seluruh emerging country, sekarang terjadi pengembalian" ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.