IMF Evaluasi Perekonomian Indonesia, Apa Hasilnya?

Kompas.com - 01/08/2019, 14:03 WIB
ilustrasi peta Indonesia THINKSTOCKS/NARUEDOMilustrasi peta Indonesia

Di sisi lain, risiko penurunan kinerja ekonomi (downside risk) masih tetap ada. Risiko utama yang mesti diwaspadai Indonesia meliputi tensi perang dagang, kondisi pengetatan finansial global secara tajam, pertumbuhan ekonomi China yang lebih lambat dari perkiraan, serta fluktuasi harga komoditas, terutama harga minyak.

Kenaikan harga minyak yang tajam, seperti tahun lalu, akan kembali mengungkit CAD naik.

Baca juga: Turunkan Suku Bunga, BI Ingin Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

"Dewan Direktur ( IMF) menyarankan pemerintah dan otoritas terkait untuk tetap mewaspadai risiko, terutama pembalikan arah arus modal, mengingat besarnya ketergantungan Indonesia pada pendanaan asing," ujar IMF.

Dari sisi moneter, ruang relaksasi kebijakan dianggap tersedia bagi Bank Indonesia. Namun, relaksasi tersebut harus tetap dilakukan secara hati-hati dan tidak berlaku saat tekanan pada arus masuk modal kembali muncul.

Di sisi fiskal, IMF menyoroti kinerja penerimaan negara Indonesia yang berada di bawah rata-rata negara sebaya dan belum cukup untuk mendanai agenda pembangunan pemerintah.

"Diperlukan implementasi strategi penerimaan jangka menengah (medium term revenue strategies), kombinasi prioritas kebijakan pajak yang bertahap, dan reformasi administrasi untuk mendorong penerimaan," kata IMF. (Grace Olivia)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: IMF evaluasi kinerja ekonomi Indonesia, berikut garis besarnya

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X