Menteri Susi Minta Pertamina Pastikan Tumpahan Minyak Teratasi dengan Tuntas

Kompas.com - 01/08/2019, 17:42 WIB
Menteri Susi Pudjiastuti bersama Dirut Pertamina dalam konferensi pers perkembangan penanggulangan tumpahan minyak di anjungan YY Pantai Utara Jawa di Jakarta, Kamis (1/8/2019) KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAMenteri Susi Pudjiastuti bersama Dirut Pertamina dalam konferensi pers perkembangan penanggulangan tumpahan minyak di anjungan YY Pantai Utara Jawa di Jakarta, Kamis (1/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti meminta Pertamina selalu meninjau adanya potensi tumpahan minyak yang terjadi di proyek Pertamina Hulu Energi sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) di lepas Pantai Utara Jawa.

Pasalnya, potensi tumpahan minyak diperkirakan masih terus berlanjut baik jangka pendek maupun jangka panjang, meski saat ini Pertamina mengklaim hanya tersisa 10 persen atau sekitar 300 barrel per hari dari volume awal 3.300 barrel.

"Ini memang sudah ditangani dan di-handle, Pertamina harus memastikan bahwa recovery ini tidak hanya berjalan sekarang saja, tapi seterusnya sampai masa recovery selesai. Karena dampaknya juga berjalan di lingkungan," kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Baca juga: Atasi Tumpahan Minyak, Pertamina Berlakukan 7 Lapis Proteksi

Dia pun mengimbau Pertamina untuk memiliki stok oil boom yang banyak. Seluruh pihak termasuk Pertamina juga harus mengambil pelajaran dari kejadian ini.

"Dari kejadian ini, pertamina memang harus memiliki stok oil boom yang banyak. Karena kalau punya oil boom yang lebih banyak, si likuid (minyak mentah) ini tidak akan sampai ke pesisir," ungkap Susi.

Susi memaklumi bahwa menjaga 200 sumur minyak di pantai Utara Jawa bukanlah pekerjaan yang mudah. Terlebih, banyak kendala yang menghadang saat pengevakuasian minyak, seperti minimnya tenaga bantu dan akses jalan yang susah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Atasi Tumpahan Minyak di Perairan Karawang, Pertamina Gunakan Dua Alat Ini

"Saya juga meninjau sendiri pakai helikopter dan melihat penanganan sudah optimal. Namun kendala memang ada, kadang-kadang angin mempermudah mobilisasi minyak mentah ini tercecer ke mana-mana, beberapa wilayah Pantura juga enggak punya akses jalan," ungkap dia.

Susi menambahkan, laut Indonesia yang begitu luas punya potensi kecelakaan yang tidak direncanakan, seperti kebocoran minyak Pertamina saat ini.

"Laut punya banyak potensi termasuk kecelakaan, tidak direncanakan. Oleh karena itu, menjaga laut itu tidak mudah. Kesehatan laut menjadi hal yang paling penting karena sumber daya ikan dan potensi laut ada di situ semua," ucap Susi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.