Hati-hati, Ada Penipuan dengan Modus Atas Namakan Pejabat KKP

Kompas.com - 01/08/2019, 21:26 WIB
Ilustrasi penipuan. SHUTTERSTOCKIlustrasi penipuan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta masyarakat waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabatnya.

Hal itu disampaik KKP karena beredarnya surat yang berisi undangan bimbingan teknis dan penetapan kelompok penerima bantuan program sarana dan prasarana produksi budidaya TA. 2019.

Surat yang beredar luas di jejaring media sosial tersebut salah satunya berisi permintaan untuk melakukan transfer sejumlah dana untuk keperluan pembayaran tiket transportasi dan akomodasi via Nuwansa Travel a.n. Saharuddin Bari.

Baca juga: KKP Kembali Menangkap Kapal Pencuri Ikan Asal Vietnam dan Filipina

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menegaskan, surat undangan yang beredar tersebut adalah hoaks dan kategori penipuan oleh oknum yang tidak bertanggunghawab. Modus penipuan seperti itu sudah terjadi beberapa kali.

"Kami pastikan surat yang beredar di media daring adalah hoaks, pihak kami tidak pernah mengeluarkan surat seperti itu. Kalau kita teliti dari fisiknya saja (kop surat) sudah tidak sesuai," sebut Slamet dalam siaran pers KKP yang diterima Kompas.com, Kamis 91/6/2019).

"Jika diteliti subtansi surat juga sangat janggal, tidak mungkin instansi pemerintah sampai mengarahkan pembayaran sementara tiket dan akomodasi lewat agen,"  tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, Ditjen Perikanan Budidaya tidak pernah menerbitkan surat dimaksud dan tidak menyelenggarakan bimbingan teknis terkait ini pada tanggal 2 - 3 Agustus 2019 di Jakarta.

Terkait kegiatan/program di instansi KKP khususnya perikanan budidaya ada pedomannya. Artinya semua ketentuan resmi dan mekanisme ada di dalamnya. Masyarakat juga dapat mengakses info resmi terkait ini melalui website resmi KKP.

"Sekali lagi kami pastikan yang beredar itu penipuan. Oleh karena itu, melalui rillis resmi ini, kami meminta seluruh Dinas terkait, UPT dan para penyuluh di seluruh Indonesia untuk segera memberikan klarifikasi ikhwal surat palsu ini. Jika menemukan kasus serupa, kami meminta seluruh pihak untuk meminta konfirmasi terlebih dahulu lewat no telpon resmi kami di nomor (021) 3519070 Untuk klarifikasi resmi dari kami telah kami siapkan dan segera kami edarkan", katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rayakan HUT ke-3, JD.ID Tebar Promo Diskon Hingga Gratis Ongkir

Rayakan HUT ke-3, JD.ID Tebar Promo Diskon Hingga Gratis Ongkir

Rilis
Terseret Kasus Dugaan Penipuan, Ini Penjelasan Alfamart

Terseret Kasus Dugaan Penipuan, Ini Penjelasan Alfamart

Whats New
Ekonom: Industri Sawit Salah Satu Penopang Ekonomi RI di Tengah Pandemi

Ekonom: Industri Sawit Salah Satu Penopang Ekonomi RI di Tengah Pandemi

Whats New
Pegawai Microsoft Harus Sudah Vaksin Covid-19 Untuk Kembali WFO

Pegawai Microsoft Harus Sudah Vaksin Covid-19 Untuk Kembali WFO

Whats New
Greysia-Apriyani dan Pelatihnya Bakal Dapat Tabungan Reksa Dana Rp 300 Juta dari OVO-Bareksa

Greysia-Apriyani dan Pelatihnya Bakal Dapat Tabungan Reksa Dana Rp 300 Juta dari OVO-Bareksa

Whats New
Akidi Tio, Apriyani Rahayu, dan Greysia Polii

Akidi Tio, Apriyani Rahayu, dan Greysia Polii

Whats New
Bentuk Cinta pada Keluarga, Ini Pentingnya Memiliki Asuransi di Masa Pandemi

Bentuk Cinta pada Keluarga, Ini Pentingnya Memiliki Asuransi di Masa Pandemi

BrandzView
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Inflasi Sekaligus Jenis dan Penyebabnya

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Inflasi Sekaligus Jenis dan Penyebabnya

Whats New
Proyek PLTA Kayan Ditarget Rampung 2024, Pembebasan Lahan Dikebut

Proyek PLTA Kayan Ditarget Rampung 2024, Pembebasan Lahan Dikebut

Rilis
Selama 2021, Industri Sawit Diperkirakan Terus Bertumbuh

Selama 2021, Industri Sawit Diperkirakan Terus Bertumbuh

Whats New
Update Syarat Penerbangan Lion Air Grup, Hanya Penumpang di Atas 12 Tahun yang Boleh Terbang

Update Syarat Penerbangan Lion Air Grup, Hanya Penumpang di Atas 12 Tahun yang Boleh Terbang

Whats New
Semester I-2021, Prodia Kantongi Laba Bersih Rp 301,02 Miliar

Semester I-2021, Prodia Kantongi Laba Bersih Rp 301,02 Miliar

Rilis
Sri Mulyani Beberkan 4 Strategi RI Keluar dari Middle Income Trap

Sri Mulyani Beberkan 4 Strategi RI Keluar dari Middle Income Trap

Whats New
Bersiap Terbang, Super Air Jet Gandeng DDSM Jual Voucher Tes Covid-19

Bersiap Terbang, Super Air Jet Gandeng DDSM Jual Voucher Tes Covid-19

Whats New
Turut Terdampak Pandemi, Pengusaha Produk Tembakau Minta Insentif ke Pemerintah

Turut Terdampak Pandemi, Pengusaha Produk Tembakau Minta Insentif ke Pemerintah

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X