Trump Bakal Berlakukan Tarif Impor Tambahan untuk Produk China

Kompas.com - 02/08/2019, 08:52 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019). AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen untuk produk impor asal China senilai 300 miliar dollar AS. Tarif baru tersebut bakal berlaku mulai 1 September 2019.

Seperti dilansir dari BBC, Jumat (2/8/2019) langkah Trump tersebut adalah terobosan terbaru Trump di tengah perang dagang yang kembali meningkat di antara keduanya.

Penguuman mengenai tarif dilakukan setelah kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut melakukan pembicaraan bilateral. Padahal, kedua belah pihak diberitakan telah menunjukkan sedikit ada terobosan.

Baca juga: Trump Tolak Pemintaan Apple soal Pengecualian Tarif Mac Pro Rakitan China

Investor pun beraksi terhadap berita pemberlakukan tarif baru. Di pasar sahan Wall Street, indeks saham Dow Jones turun tajam, merosot hingga 1 persen.

"Tarif akan berlaku untuk 300 miliar dollar AS barang dan produk tersisa yang datang dari China ke negara kita," ujar Trump melalui akun Twitternya.

Trump pun mengritisi sikap China yang tidak menepati jannji untuk membeli lebih banyak produk pertanian Amerika Serikat. Selain itu, dia juga menyerang Presiden Xi Jinping karena gagal untuk membendung penjualan fentanil opioid sintetis.

Baca juga: Pertumbuhan China Melambat di Kuartal II 2019, Akibat Perang Tarif?

Trump menjelaskan, tarif sebesar 10 persen adalan tindakan jangka pendek dan bisa dinaikkan lebih lanjut secara bertahap hingga lebih dari 25 persen.

"Seseorang seharusnya sudah melakukan ini kepada China dulu." ujar dia,

Tarif impor baru tersebut kemungkinan akan meliputi berbagai jenis barang, mulai dari smartphone hingga pakaian anak-anak.

Adapun putaran tarif di tengah meningkatnya kekhawatiran merupakan bukti bahwa strategi Trump tak produktif dan justru merugikan AS lebih dari China.

Halaman:


Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X