PT PAL Bangun 2 Kapal Perang Pesanan TNI AL Senilai Rp 1,6 Triliun

Kompas.com - 02/08/2019, 16:34 WIB
Direktur PT PAL (Persero) Budiman Saleh dalam acara first steel cutting di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (2/8/2019). Dalam acara itu, PT PAL Indonesia (Persero) kembali membangun dua kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60. Kapal perang yang bakal dibangun itu merupakan pesanan Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI AL). KOMPAS.com/GHINAN SALMANDirektur PT PAL (Persero) Budiman Saleh dalam acara first steel cutting di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (2/8/2019). Dalam acara itu, PT PAL Indonesia (Persero) kembali membangun dua kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60. Kapal perang yang bakal dibangun itu merupakan pesanan Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI AL).

SURABAYA, KOMPAS.com - PT PAL Indonesia (Persero) kembali membangun dua kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60. Kapal perang yang bakal dibangun itu merupakan pesanan Tentara Nasional Angkatan Laut ( TNI AL).

Direktur PT PAL (Persero) Budiman Saleh mengatakan, dua kapal tersebut adalah KCR 5 dan 6. Menurut rencana, dua kapal tersebut bakal rampung pada Mei 2022 mendatang.

KCR 5 dan 6 yang dibangun dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun itu, bakal dilengkapi dengan teknologi yang lebih canggih dibandingkan dengan pendahulunya, KCR 1 hingga KCR 4.

"Jadi kita improve stabilitasnya supaya lebih handal dibanding kapal-kapal sebelumnya. Apa yang sudah kita perbaiki di batch dua kita lanjutkan lagi," kata ujar Budiman dalam acara first steel cutting di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Baca juga: Maret, PT PAL Luncurkan Kapal Selam Rakitan Anak Bangsa

Menurut Budiman, apabila KCR 1,2 dan 3 hanya memesan platform saja. Sementara itu, sewaco atau persenjataannya baru dilakukan setelah pembangunan kapal selesai.

Namun, untuk KCR 5 dan 6 ini, kata dia, dipesan secara utuh dengan platform beserta sewaco.

"Kita selalu improve tiap batch ini untuk menjadi kapal handal dalam pertempuran. Jadi kelebihan ini (KCR 5 dan 6) itu stabilitasnya makin baik," ujar dia.

Baca juga: Kejar Pendapatan, PT PAL Fokus Garap Kapal Perang

Di samping itu, platform dan sewaco itu sekaligus pengadaan pertama kalinya dari Kementerian Pertahanan.

Direktur Direktoran Produksi PT PAL Indonesia (Persero), Turitan Indaryo mengatakan, komponen produksi dalam negeri bakal mendominasi dalam pengadaan KRC 5 dan 6, yakni sebesar 60 persen.

"Dalam negeri secara jumlah 60 persen lebih, tapi secara nilai komponen luar negeri tetap masih lebih 60 persen," kata Turitan.

Baca juga: Pindad Pamerkan Panser Anoa 2 di Indonesia Business and Development

Untuk diketahui, KCR 5 dan 6 direncanakan bakal memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, tinggi 4,85 meter, sarat 2,60 meter dengan bobot 500 ton dan mampu berlayar hingga kecepatan 28 knots.

Selain itu, KCR 5 dan 6 bakal dilengkapi dengan dengan sistem persenjataan seperti surveillance radar, IFF system, CMS (3 console), Main Gun 57 mm, peluncur surface to surface missile, secondary gun 20 mm, ESM system, serta Decoy Launching system ini mampu berlayar hingga lima hari memiliki fungsi pokok sebagai peperangan anti kapal permukaan, dan offshore patrols di perairan teritorial hingga Zona Ekonomi Ekslusif.

Di sisi lain, kapal ini dapat melakukan aktivitas pengintaian serta search and resuce (SAR).

KCR 5 dan 6 sudah dipesan TNI Angkatan Laut sejak penandatanganan kontrak pada 28 Desember 2018 di Jakarta.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X