PLN Lengkapi PLTU dengan Sistem Monitor Emisi

Kompas.com - 03/08/2019, 17:59 WIB
Petugas PLN saat memperbaiki fasilitas transmisi di PLTU Air Anyir, Bangka. Dokumentasi PLN.Petugas PLN saat memperbaiki fasilitas transmisi di PLTU Air Anyir, Bangka.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melengkapi PLTU berbahan bakar batubara yang sudah ada dengan continuous emission monitoring system (CEMS) yang berfungsi untuk memonitor emisi secara berkelanjutan.

Untuk mengestimasi sebaran emisi pembangkit digunakan persamaan model Gaussian, dengan mempertimbangkan kondisi meteorologi dan topografi daerah Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Pembangkit listrik eksisting yang menjadi obyek kajian adalah PLTGU Muara Karang Blok, PLTGU Tanjung Priok, PLTGU Muara Tawar, PLTU Lontar, dan PLTU Suralaya Unit 8 PLN.

Berdasarkan RUPTL PLN Tahun 2019- 2028, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan PLN Wanhar memaparkan, kebijakan pengembangan ketenagalistrikan di Indonesia sangat memperhatikan kebijakan penurunan emisi dan Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional.

Baca juga: Pelet Hasil Pengolahan Sampah dari Desa Ini Dipasok ke PLTU

Kebijakan-kebijakan PLN untuk mendukung target penurunan emisi itu adalah Pertama, dukungan melalui pengembangan EBT (PLTA/PLTM, PLT Biomassa dan PLTU Gas Buang Industri, B30, B100 dan PLB serta PV rooftop/PLTS Atap).

"Kedua, penggunaan teknologi rendah karbon seperti pembangkit USD, Fuel switching (pengalihan BBM ke Gas pada PLTG/GU/MG dan penggunaan campuran biofuel pada PLTD), serta upaya efisiensi pembangkit (CCGT, COgen, Class H Gas Turbine)," ujar Wanhar dalam keterangannya, Sabtu (3/8/2019).

Ketiga, mempromosikan penggunaan energy storage seperti baterai, pump storage dan powerbank.
Keempat, mengubah kebiasaan penggunaan energi dari pembakaran individual ke jaringan listrik.

"Misalnya penggunaan mobil listrik, kompor listrik, kereta listrik, Moda transportasi listrik (MRT) dan LRT," jelas Wanhar.

Baca juga: PLTU Cilacap Ekspansi Beroperasi, 1,4 Juta Rumah Tangga Bisa Teraliri Listrik

Kelima, mempromosikan penggunaan peralatan listrik yang efisien. Terakhir penghijauan dengan target 1.000 pohon untuk setiap unit induk PLN.

Sampai akhir 2018 lalu, tercatat ada 34.974 pohon yang sudah ditanam PLN.

Khusus untuk PLTU batubara, jelas Warhan, PLN juga menerapkan teknologi rendah karbon dengan tingkat efisiensi tinggi atau High Efficiency and Low Emmission (HELE), seperti Clean Coal Technology (Super Critical dan Ultra Super Critical).

"Dengan diterapkannya teknologi efisiensi tinggi dan rendah emisi pada pembangkit listrik tersebut, maka konsumsi bahan bakar fosil akan berkurang, sehingga berdampak mengurangi efek gas rumah kaca, emisi gas buang dan pencemaran lingkungan hidup," tuturnya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X