Pengusaha Plafon Ini Sukses Berbisnis setelah 27 Kali Gagal

Kompas.com - 04/08/2019, 10:10 WIB
Andreas Kurniawan Kontan/dok pribadiAndreas Kurniawan

KOMPAS.com - Jadi pengusaha sukses jelas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sering kali, sebelum menjadi pebisnis yang berhasil, seseorang harus jatuh bangun merintis usaha terlebih dahulu.

Bukan cuma sekali dua kali bangkrut tapi berkali-kali, bahkan ada yang sampai puluhan kali. Tengok saja kisah Andreas Kurniawan.

Sebelum jadi pengusaha plafon yang sukses dengan omzet miliaran rupiah per tahun, pria kelahiran Kendal, Jawa Tengah, 10 Januari 1983, ini berulang kali jatuh bangun.

“Plafon adalah usaha ke-28 saya. Jadi, ada 27 usaha saya bangkrut,” ujar dia seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (4/8/2019).

Baca : Akibat Gagal Ujian Sekolah, Robin Hutson Kini Jadi Miliarder

Andre, begitu panggilan Andreas Kurniawan, memulai usaha plafon pada 2013 lalu. Ia merupakan distributor sekaligus kontraktor plafon dan panel dinding berbahan polyvinyl chloride (PVC) Shunda Plafon.

Dan sejak 2017, bisnisnya berbentuk perseroan terbatas (PT) dengan mengusung nama PT Atlantis Karya Indonesia dan berkantor di Semarang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mimpi Sejak Jadi TKI

Menjadi seorang pengusaha merupakan mimpi Andre saat bekerja di Jepang sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Adalah guru bahasa Jepangnya yang pertama memercikkan keinginan itu dalam benaknya.

Sang guru berujar, Indonesia adalah negara kaya lantaran memiliki sumber daya manusia (SDM) yang banyak dan sumber daya alam melimpah. “Kekurangan Indonesia adalah mindset SDM-nya masih sedikit yang berpikiran untuk mandiri,” ujar dia menirukan si guru.

Maka, saat pulang ke tanah air pada 2007 setelah bekerja tiga tahun di negeri Matahari Terbit, dia langsung berbisnis, dengan bergabung jadi anggota sebuah perusahaan multi-level marketing (MLM) yang bergerak di bidang kesehatan.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Whats New
Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Whats New
Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Whats New
Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

Rilis
Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X