Kompas.com - 05/08/2019, 09:34 WIB
Pemandangan di salah satu warung makan di tepi Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019), menjelang pukul 19.00 WIB. KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANIPemandangan di salah satu warung makan di tepi Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019), menjelang pukul 19.00 WIB.

Selain menginvestigasi, Inten menjelaskan PLN akan melakukan perbaikan secara signifikan, salah satunya dengan menggandeng perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas kesisteman listrik.

"Kami juga punya kerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas kesisteman listrik kami," ungkap Inten.

Baca juga: Listrik Padam, PLN Sebut Tak Ada Sabotase

Antisipasi PLN

Untuk menghindari black out terjadi lagi, PLN saat ini tengah mengatur aliran listrik Jawa 7 dan Jawa 8 untuk Jawa Barat. Tujuannya agar beban listrik di Jawa Barat bisa tercukupi dengan aliran listrik tersebut.

"Dengan adanya aliran listrik baru itu, kita berharap kebutuhan listrik Jawa Barat tidak dialiri dari sisi Timur melulu. Kami harap nanti beban yang ada di Barat bisa dicukupi di Barat.  Ini yang kita harapkan dengan masuknya aliran baru itu, titik kritis bisa dikurangi," pungkas Djoko.

Tak hanya itu, MRT pun disinyalir akan mampu beroperasi bila black out terjadi lagi di kemudian hari. Pasalnya, PLN memang telah membuat 4 aliran listrik cadangan untuk MRT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, cadangan yang harusnya berjalan saat listrik black out adalah cadangan ke-4, yaitu PLTG di daerah Senayan. Sayangnya, PLTG tersebut masih dalam tahap pengujian. Inten meyakinkan, proses fisik pembangunan telah mencapai 90 persen.

"PLTG itu memang harusnya mem-back up MRT. PLTG itu backup ke-4 untuk MRT, sedangkan back up ke 1 sampai 3 itu ada di gardu-gardu induk yang akan mensupport ke sistem listriknya MRT. Tentunya, yang harusnya jalan saat kondisi ini adalah back up ke-4. Tapi saat ini pembangunannya masih dalam proses," ungkap Inten.

Baca juga: PLN Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik

Sementara, pembangunan dilakukan di Senayan karena tempat tersebut pernah dibangun pembangkit listrik pada zaman Presiden RI ke-1, Soekarno. Hanya saja bedanya, kapasitas dan ukurannya diperbesar dan dibuat lebih efisien.

"Dulu zamannya Pak Karno, pembangkit itu didirikan di Senayan. Jadi ada sejarahnya kenapa diletakkan di Senayan. Di situ sudah ada, cuma size-nya saja yang dibesarkan, tapi teknologinya jauh lebih efisien meskipun pembangkitnya besar," ujar Inten.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.