Pemadaman Listrik Bisa Jadi Sinyal Buruk Investasi di Indonesia

Kompas.com - 05/08/2019, 12:22 WIB
Petugas beraktifitas di wilayah unit Pembangkitan Muara Karang PT PJB, Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). Unit Pembangkitan Muara Karang PT PJB menyalurkan tenaga listrik untuk kawasan VVIP seperti Istana Negara dan perkatoran pemerintahan. UP MKR dikelola oleh Anak Perusahaan PLN yaitu PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali) yang memiliki total kapasitas 1.600 MegaWatt (MW). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas beraktifitas di wilayah unit Pembangkitan Muara Karang PT PJB, Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). Unit Pembangkitan Muara Karang PT PJB menyalurkan tenaga listrik untuk kawasan VVIP seperti Istana Negara dan perkatoran pemerintahan. UP MKR dikelola oleh Anak Perusahaan PLN yaitu PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali) yang memiliki total kapasitas 1.600 MegaWatt (MW).

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai infrastruktur yang dimiliki PT PLN (persero) belum handal.

Hal ini menyusul pemadaman listrik di area Jabodetabek pada Minggu (4/8/2019) kemarin.

"YLKI menyesalkan terjadinya pemadaman listrik secara total di wilayah Jabodetabek, bahkan area Jabar lainnya. Hal ini bisa menjadi tengara bahwa infrastruktur pembangkit PT PLN belum handal," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/8/2019).

Tulus menambahkan, seharusnya pemerintah tak hanya menambah kapasitas pembangkit PLN saja. Namun, pemerintah juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN, dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk dan gardu distribusi.

Baca juga: PLN Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik

"Padamnya listrik, apalagi di Jabodetabek, bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha. Dan hal ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia. Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?" kata Tulus.

YLKI meminta manajemen PT PLN untuk menjelaskan pada publik apa penyebab gangguan pembangkit di Suralaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"YLKI meminta PT PLN memberikan kompensasi pada konsumen, bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada, tetapi berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini," ucap dia.

Baca juga: Black Out Listrik, Penyebab hingga Dampaknya...

Sebelumnya diberitakan, PLN menjelaskan, pemadaman terjadi karena adanya gangguan pada transmisi sutet 500kv PLN di Jawa Barat, kemudian gas turbin 1 hingga 6 Suryalata mengalami trip dan gas turbin 7 mengalami off.

Sementara itu, terputusnya pasokan listrik di Jabodetabek disebabkan gangguan pada sirkuit pertama di saluran udara Ungaran (Jawa Tengah) pada 11.45 WIB. Gangguan tersebut menjalar ke sirkuit kedua yang mengakibatkan jaringan SUTP Depok-Tasik juga terimbas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Pilih Hyundai Jadi Kendaraan Resmi Saat KTT G20 2022

Pemerintah Pilih Hyundai Jadi Kendaraan Resmi Saat KTT G20 2022

Whats New
Harga Batu Bara cs Melonjak, Penerimaan Pajak Pertambangan Naik 3 Kali Lipat

Harga Batu Bara cs Melonjak, Penerimaan Pajak Pertambangan Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Siap Luncurkan Bank Digital, BNI Akuisisi Bank Kecil

Siap Luncurkan Bank Digital, BNI Akuisisi Bank Kecil

Whats New
BCA-Tiket.com Luncurkan Kartu Kredit, Apa Saja Keunggulannya?

BCA-Tiket.com Luncurkan Kartu Kredit, Apa Saja Keunggulannya?

Whats New
Harga Minyak Goreng Merangkak Naik di Berbagai Daerah

Harga Minyak Goreng Merangkak Naik di Berbagai Daerah

Whats New
Bahlil Sebut Foxconn Beri Sinyal Investasi di RI untuk Kendaraan Listrik hingga Baterai

Bahlil Sebut Foxconn Beri Sinyal Investasi di RI untuk Kendaraan Listrik hingga Baterai

Whats New
Naik Lagi, Defisit APBN Tembus Rp 452 Triliun hingga September 2021

Naik Lagi, Defisit APBN Tembus Rp 452 Triliun hingga September 2021

Whats New
Buka Bisnis Bareng Pasangan? Simak Tips dari Bos Burgreens and Green Rebel Ini

Buka Bisnis Bareng Pasangan? Simak Tips dari Bos Burgreens and Green Rebel Ini

Smartpreneur
Harga Minyak Goreng Naik, Kemendag Belum Bahas Evaluasi HET

Harga Minyak Goreng Naik, Kemendag Belum Bahas Evaluasi HET

Whats New
Optimistis, Sri Mulyani Pasang Target Ekonomi Indonesia 2021 Capai 4 Persen

Optimistis, Sri Mulyani Pasang Target Ekonomi Indonesia 2021 Capai 4 Persen

Whats New
Baru Diperdagangkan, Saham KUAS Langsung Kena ARA

Baru Diperdagangkan, Saham KUAS Langsung Kena ARA

Whats New
Kalbe Farma Raup Laba Bersih Rp 2,28 Triliun pada Kuartal III-2021

Kalbe Farma Raup Laba Bersih Rp 2,28 Triliun pada Kuartal III-2021

Whats New
IHSG Menguat Pada Sesi I Perdagangan, Asing Beli Saham BBCA, BUKA, dan BMRI

IHSG Menguat Pada Sesi I Perdagangan, Asing Beli Saham BBCA, BUKA, dan BMRI

Whats New
Soal Opsi Garuda Diganti Pelita Air, Ini Kata Stafsus Menteri BUMN

Soal Opsi Garuda Diganti Pelita Air, Ini Kata Stafsus Menteri BUMN

Whats New
Laba Bersih BNI Kuartal III-2021 Melonjak 73,9 Persen jadi Rp 7,7 Triliun, Ini Pendongkraknya

Laba Bersih BNI Kuartal III-2021 Melonjak 73,9 Persen jadi Rp 7,7 Triliun, Ini Pendongkraknya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.