Harga Cabai dan Tarif Pendidikan Picu Inflasi di Bangka Belitung

Kompas.com - 05/08/2019, 12:22 WIB
Ilustrasi cabai merah DEAN PAHREVI/KOMPAS.comIlustrasi cabai merah

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Selama Juli 2019, Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm) atau secara tahunan sebesar 3,33 persen (yoy).

Inflasi pada Juli 2019 utamanya disumbangkan kelompok bahan makanan. Seperti komoditas daging ayam ras yang disebabkan kebijakan pemerintah pusat untuk menyerap pasokan daging ayam ras di tingkat peternak sebagai tindaklanjut dari tren penurunan daging ayam ras pasca Idul Fitri.

Selain itu tercatat komoditas cabai juga mengalami kenaikan harga setelah adanya pergeseran musim panen cabai yang terjadi di sentra produksi sehingga suplai cabai menjadi berkurang.

Selain itu, tarif pendidikan juga memberikan andil inflasi dikarenakan adanya periode tahun ajaran baru pada Juli 2019.

Baca juga: Harga Cabai Hingga Uang Sekolah Sumbang Inflasi di Juli 2019

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung Tantan Heroika mengatakan, secara spasial, Kota Pangkal Pinang mengalami deflasi sebesar 0,41 persen (mtm) atau mengalami inflasi tahunan sebesar 3,34 persen (yoy).

Di lain pihak, Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 1,23 persen (mtm) atau mengalami inflasi tahunan 3,30 persen (yoy). Tekanan inflasi di kedua kota sampel inflasi utamanya disebabkan oleh komoditas daging ayam ras, cabai merah dan cabai rawit. Selain itu, beberapa komoditas ikan segar juga masih mengalami inflasi.

"Secara tahunan, inflasi bahan makanan tercatat sebesar 2,67 persen (yoy) dengan andil sebesar 0,76 persen," kata Tantan kepada awak media di Pangkal Pinang, Senin (5/7/2019).

Baca juga: Usai Lebaran, Harga Cabai Merah Masih Tinggi

Inflasi dari kelompok bahan makanan ini disebabkan oleh kenaikan dari komoditas daging ayam ras (0,132 persen), ikan dencis (0,121 persen), cabai rawit (0,113 persen), cabai merah (0,075 persen), ikan kembung (0,061 persen).

Pada bulan Agustus 2019, tekanan inflasi diperkirakan akan sedikit meningkat sehubungan dengan berlanjutnya inflasi daging ayam ras dan cabai.

Strategi pengendalian yang didorong pemerintah sejauh ini dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, meningkatkan inovasi program pengendalian inflasi yang dapat dilakukan melalui kerja sama antar daerah dan memperkuat kelembagaan ekonomi desa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X