Pertumbuhan Ekonomi Papua dan Papua Barat Negatif di Kuartal II-2019

Kompas.com - 05/08/2019, 15:55 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,05 persen pada kuartal II-2019. Secara spasial, Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi 13,12 persen.

Angka tersebut lebih besar dibandingkat kuartal I-2019 di mana wilayah tersebut mengalami pertumbuhan negatif 10,44 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan negatif wilayah tersebut diakibatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua dan Papua Barat yang mengalami kontraksi.

"Pulau Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan yang negatif, karena ada dua provinsi yang tumbuh negatif yakni Papua Barat dan Papua," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Turun, Ekonomi Indonesia Kuartal II-2019 Hanya Tumbuh 5,05 Persen

Meski demikian, kontribusi Pulau Maluku dan Papua terhadap perekonomian Indonesia tercatat rendah yakni hanya 2,17 persen dari keseluruhan perekonomian Indonesia yang tercatat mencapai mencapai Rp3.963,5 triliun pada kuartal II-2019.

Wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah Pulau Sulawesi yang sebesar 6,76 persen. Walaupun demikian, kontribusinya terhadap perekonomian yang hanya 6,34 persen tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Suhariyanto menjelaskan, Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Indonesia, yaitu sebesar 59,11 persen. Adapun pertumbuhan ekonomi di Jawa hanya sebesar 5,68 persen.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Kuartal II-2019, Mengapa?

"Jawa masih mendapatkan kue terbesar perekonomian. Jadi secara spasial, struktur ekonomi memang tidak banyak berubah. Ini memang butuh waktu yang sangat panjang," kata dia. 

Adapun untuk Pulau Bali dan Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen, kontribusinya terhadap perekonomian nasional juga hanya sebesar 3,06 persen. 

Lalu Pulau Kalimantan tercatat ekonominya tumbuh 5,33 persen dengan kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 8,01 persen.

Sementara itu, Pulau Sumatera mengalami pertumbuhan ekonomi 4,62 persen, berada dibawah pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi Sumatera masih menjadi salah satu yang terbesar pada perekonomian nasional sebesar 21,31 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X