PLN Wajib Beri Kompensasi ke Pelanggan Tanpa Perlu Melapor

Kompas.com - 05/08/2019, 18:00 WIB
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM, Rida Mulyana memberikan keterangan terkait padamnya listrik di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat
di Gedung ESDM, Jakarta, Senin (5/8/2019). MURTI ALI LINGGADirektur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM, Rida Mulyana memberikan keterangan terkait padamnya listrik di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat di Gedung ESDM, Jakarta, Senin (5/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) akan menerbitkan aturan mengenai kewajiban PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman listrik.

Salah satu poin dalam aturan itu adalah pelanggan tak perlu melapor ke call center PLN terkait adanya pemadaman listrik.

Rida menjelaskan, kewajiban itu PLN akan dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) yang segera diteken oleh Menteri ESDM dan diberlakukan.

"Kami melakukan perbaikan atau penyusunan aturan yang kita yakini bisa mendorong PLN lebih berkinerja baik, pengaturan kompensasi, itu kita maksimumkan. Rabu (7/8/2019), Permen itu ditandatangani Pak Menteri," kata  Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM Rida Mulyana di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Kementerian ESDM: PLN Harus Tanggung Jawab, Tak Cukup Minta Maaf

Kendati demikian, terkait ini juga sudah diatur dalam Permen ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PLN.

Bunyi dalam aturan sebelumnya, PLN baru memberikan kompensasi ketika masyarakat melapor ke call center PLN. Namun aturan itu dinilai tidak adil bagi masyarakat pengguna listrik.

"Pokoknya setiap ada wilayah yang terdampak sekian jam, memenuhi untuk mendapat kompensasi, (PLN) bayar, tanpa dia harus atau tidak menelpon call center," jelasnya.

Dia mengungkapkan, dalam aturan terbaru tersebut jumlah kompensasi yang akan diterima pelanggan lebih besar dibanding aturan lama. Hingga kini besaran itu masih dalam tahap pembahasan.

Baca juga: Kementerian ESDM: PLN Siapkan Kompensasi Hingga Rp 1 Triliun

"Kami mendorong PLN untuk berbuat lebih baik, regulasi kita sedikit perkeras untuk memberikan cambuk kepada PLN meningkatkan mutu," ungkapnya.

Penerbitan beleid itu setelah melihat kondisi yang terjadi baru-baru ini, yakni padamnya aliran listrik di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat sejak Minggu (4/8/2019).

Karena itu, Kementerian ESDM pun meminta PLN untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut dengan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.

"Kami mendorong teman-teman PLN untuk menunjukkan rasa tanggung jawabnya, tidak cukup minta maaf. Kalau kurang melayaninya, harus dong menerima sanksi dalam bentuk kompensasi," tandasnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X