Apindo: Listrik Padam, Pengusaha Rugi

Kompas.com - 05/08/2019, 19:35 WIB
Ilustrasi listrik KOMPAS / WAWAN H PRABOWOIlustrasi listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai padamnya listrik pada Minggu (4/7/2019) kemarin telah menimbulkan kerugian bagi para pengusaha di Indonesia. Apalagi pemadaman listrik masih terjadi di beberapa lokasi.

" Kerugian materiil maupun non-materiil pelaku usaha belum dapat dihitung nilai nominalnya, namun sudah jelas terjadi," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dalam keterangannya, Senin (5/8/2019).

Hariyadi menjelaskan, kerugian akibat padamnya listrik (blackout) bisa dilihat dari beberapa sisi pada sebuah perusahaan, seperti turunnya hasil produksi barang atau jasa dan hilangnya jam kerja, meskipun kejadian pada Minggu.

"Namun aktivitas usaha tetap berjalan, utamanya untuk sektor Jasa & Perdagangan seperti Perbankan, Perhotelan, Perdagangan Pasar Modern, dan lain-lain," ujarnya.

Baca juga: Pelaku Ritel Mengklaim Rugi hingga Rp 100 Miliar akibat Pemadaman Listrik

Dia menambahkan, pengusaha/perusahaan harus menanggung tambahan beban biaya bagi perusahaan untuk mengoperasikan sumber cadangan tenaga listrik seperti genset.

Selain itu, risiko turunnya kepercayaan customer dan buyer akibat keterlambatan shipmert/distribusi barang yang tidak bisa sesuai dengan waktu pengiriman yang sudah disepakati dalam kontrak order.

"Bahkan tidak tertutup kemungkinan harus menanggung biaya demurrage dan atau biaya air-freight. Karena tidak mudah untuk menggunakan alasan force majeur atas blackout aliran listrik tersebut," jelasnya.

Baca juga: Pemadaman Listrik, Operasional Indomaret dan Alfamart Terganggu

Dia menilai, adanya insiden tersebut menunjukkan sistem pasokan tenaga listrik Tanah Air masih rentan. Sehingga kejadian serupa yang dikhawatirkan terulang di masa datang.

"Pernyataan pimpinan PLN yang akan memberikan kompensasi biaya atas kejadian tersebut diharapkan benar-benar dapat dilaksanakan sesuai kerugian pelaku usaha dan dengan prosedur yang sederhana, tidak berbelit-belit. Sehingga benar benar dapat dilaksanakan," harapnya.

Sebelumnya terjadi pemadaman listrik pada Minggu (4/8/2019) yang terjadi wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat. Insiden ini dinilai merugikan banyak karena listrik sudah menjadi kebutuhan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X