Kompas.com - 06/08/2019, 07:42 WIB

Penurunan kinerja impor diakibatkan adanya penurunan pada komoditas mesin/peralatan listrik, besi dan baja, kendaraan dan bagiannya, gandum-ganduman, serta benda-benda dari besi dan baja.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Kuartal II-2019, Mengapa?

2. Konsumsi rumah tangga masih tumbuh tinggi

Konsumsi rumah tangga masih tumbuh sebesar 5,17 persen secara tahunan (yoy) selama kuartal II-2019, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,16 persen (yoy). Adapun sumbangan konsumsi rumah tangga terhadap PDB sebesar 55,79 perse, meingkat dibanding periode sebelumnya yang sebesar 55,23 persen.

Namun demikian, konsumsi rumah tangga selama kuartal II 2019 tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 5,02 persen (yoy).

Suhariyanto menjelaskan konsumsi rumah tangga yang masih positif tersebut memang didorong oleh momen puasa, Lebaran, serta pencairan THR. Hal ini juga dibarengi dengan inflasi yang masih terkendali.

"Konsumsi rumah tangga mampu tumbuh menjadi 5,17 persen, naik tipis year on year 5,16 persen. Ada momen puasa, Lebaran, dan pencairan gaji ke-13, ada Pemilu, ada beberapa peristiwa yang terjadi, konsumsi rumah tangga masih positif 5,17 persen," ujar dia.

Secara rinci, sektor makanan dan minuman masih dalam konsumsi rumah tangga masih tumbuh 5,39 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,37 persen.

Selain itu, sektor pakaian, alas kaki, dan jasa perawatan sebesar 5,09 persen, tumbuh dibandingkan periode yang sebelumnya sebesar 3,8 persen. Sektor perumahan dan perlengkapan rumah tangga sebesar 5,04 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 4,96 persen.

Sementara itu, hanya sektor transportasi dan komunikasi yang mengalami penurunan di komponen rumah tangga. Suhariyanto bilang, hal ini tak terlepas dari jumlah penumpang pesawat yang mengalami penurunan 20,17 persen di kuartal II 2019.

Baca juga: Penerimaan PPN Dalam Negeri Anjlok, Akibat Konsumsi Merosot?

3. Investasi tumbuh melambat

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.