Mogok saat Listrik Padam, Seperti Ini Sistem Kelistrikan MRT Jakarta

Kompas.com - 06/08/2019, 15:28 WIB
Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terparkir di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ  William Sabandar menyatakan, hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. Saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. WARTA KOTA/ALEX SUBANRangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terparkir di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ William Sabandar menyatakan, hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. Saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 3.000 orang harus dievakuasi karena berhentinya kereta MRT Jakarta akibat terputusnya aliran listrik PLN pada Minggu (4/8/2019).

Banyak orang bertanya-tanya, mengapa operasional MRT Jakarta bisa terganggu mati listrik? Apakah moda transportasi modern seperti MRT Jakarta tidak memiliki pembangkit listrik cadangan?

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengungkapkan, sistem pasokan listrik untuk MRT Jakarta memang mengandalkan sistem listrik nasional yang dikelola oleh PLN.

"Gangguan yang dialami oleh PLN berdampak pada terputusnya pasokan listrik," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Akibat Listrik Padam, MRT Jakarta Perkirakan Kerugian Rp 507 Juta

Saat ini kata dia, terdapat 2 jalur pasokan listrik MRT yang bersumber dari 2 subsistem 150kV PLN yang berbeda.

Subsistem tersebut yakni Gandul-Muara Karang melalui Gardu Induk PLN Pondok Indah dan Subsistem Cawang-Bekasi melalui Gardu Induk PLN CSW.

PLN, kata dia, telah berkomitmen untuk mendukung kehandalan pasokan listrik ke sistem MRT Jakarta dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas tambahan di Jakarta sebagai subsistem ketiga tersebut.

Namun, karena belum tersedianya subsistem ketiga tersebut, kedua subsistem yang ada jadi sandaran. Akibatnya, bila kedua subsistem itu terjadi gangguan, maka pasokan listrik untuk menggerakkan kereta Ratangga MRT Jakarta juga terganggu.

Baca juga: Menhub: Seharusnya MRT dan KRL Punya Pembangkit Listrik Sendiri

"PT MRT Jakarta saat ini menggunakan pasokan listrik dari PLN dengan kontrak Layanan Premium, MRT Jakarta sangat menyesalkan terputusnya pasokan listrik dari PLN," kata Kamaluddin.

Lantas, apakah MRT Jakarta tidak memiliki sistem pembangkit cadangan (Generator Set/Genset)?

Kamaluddin memastikan MRT Jakarta memiliki sistem pembangkit cadangan tersebut.

Akan tetapi, sistem tersebut hanya memberikan pasokan listrik untuk kebutuhan keselamatan dan evakuasi di fasilitas stasiun dan di terowongan.

Oleh karena itu, ucapnya, evakuasi dapat dilakukan lantaran adanya listrik cadangan tersebut.

Baca juga: Ini Penyebab MRT Jakarta Tak Bisa Beroperasi Saat Listrik Padam

Kamaluddin mengatakan, desain pasokan listrik MRT Jakarta sudah sejalan dengan sistem kelistrikan MRT di berbagai negara lain, salah satunya New York Subway.

Bahkan, imbuh dia, New York Subway juga sempat mengalami masalah operasional saat terjadi pemadaman listrik selama 5 jam di kota New York pada Juni 2019 lalu.

Adapun kerugian finansial yang diderita MRT Jakarta akibat padamnya listrik pada Minggu diperkirakan mencapai Rp 507 juta. Kamaluddin menuturkan, kerugian ini berkaitan dengan potensi kehilanga penumpang mencapai 52.898 orang pada Minggu.

Kamaluddin melanjutkan, kerugian itu belum termasuk berbagai kerugian moril dan materil yang diderita oleh penumpang dan publik yang menggantungkan perjalanannya.

Baca juga: Senin Pagi, MRT Jakarta Beroperasi Normal

Bahkan, ungkap dia, terjadi penurunan penumpang MRT pada Senin (6/8/2018), atau sehari setelah padamnya listrik PLN. Angka penurunannya mencapai 6,43 persen.

Kemungkinan, penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran pengguna bahwa pemutusan pasokan listrik dapat terjadi lagi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X