BI Siap Hadapi Dampak Potensial Pelemahan Yuan terhadap Rupiah

Kompas.com - 06/08/2019, 17:50 WIB
Ilustrasi: mata uang China, yuan setkab.go.idIlustrasi: mata uang China, yuan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelemahan mata uang yuan China menjadi risiko baru bagi pasar global. Pasalnya, ini telah menjadi babak baru perang dagang antara dua ekonomi raksasa dunia Amerika Serikat (AS) dan China.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan, BI fokus memitigasi risiko yang dapat mengganggu ekonomi makro dan stabilitas keuangan domestik.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat bahwa sumber tekanan pada pasar keuangan global tidak hanya berasal dari AS tetapi juga dari berbagai belahan dunia,” kata Dody kepada Kontan.co.id, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Yuan Melemah ke Level Terendah Satu Dekade, Pemerintah AS Uring-uringan

Risiko tekanan tersebut, lanjut Dody, antara lain berasal dari Eropa seperti krisis utang Yunani dan referendum Brexit, serta dari China terkait posisi mata uangnya (Chinese Yuan fixing).

Baca Juga: Yuan melemah drastis, ini tanggapan Bank Indonesia (BI)

Dody menegaskan, BI siap selalu mempertimbangkan berbagai risiko tersebut. Pertimbangan terhadap faktor risiko juga menjadi bekal BI menentukan arah kebijakan moneter ke depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Risiko potensial, dari sumber mana pun, dihitung oleh BI dan akan dipertimbangkan dalam perumusan bauran kebijakan,” tuturnya.

Baca juga: 10 Persen Perdagangan Indonesia Telah Gunakan Mata Uang Yuan China

Terkait pelemahan rupiah akibat sentimen negatif pasar, Dody mengatakan BI tetap berada di pasar untuk memastikan nilai rupiah tetap sejalan dengan fundamentalnya. Intervensi yang dilakukan BI meliputi intervensi di pasar spot, pasar SBN, maupun Domestic Non Delivery Forward (DNDF). (Grace Olivia)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: BI siap hadapi dampak potensial pelemahan yuan terhadap rupiah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.