Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI: Ketegangan Perang Dagang China-AS Kian Tekan Ekonomi Dunia

Kompas.com - 06/08/2019, 17:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia mengaku telah melakukan langkah antisipatif seiring dengan semakin meningkatnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengungkapkan aksi balas yang dilakukan oleh China dengan memperlemah mata uang yuan di atas level psikologis 7 dollar AS menjadikan perang dagang AS-China masuk ke dalam fase baru.

Hal tersebut bakal mendorong ekonomi dunia kian melemah.

"Langkah China tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan full-blown trade war yang akan menggiring ekonomi global semakin melemah," ujar dia di Jakarta, Selasa (8/6/2019).

Dia memaparkan, akibat eskalasi ketegangan perang dagang tersebut, indeks harga saham S&P 500 di Wallstreet merosot hingga 3,5 persen dalam sehari.

Hal tersebut menyusul jatuhnya harga saham di berbagai negara Asia.

Investor di Asia pun melakukan aksi flight to quality atau masuk ke instrumen atau negara dengan kondisi pasar keuangan yang lebih stabil.

"Hal tersebut ditandai dengan turunnya yield obligasi AS ke 1,71 persen," ujar dia.

Dalam dua hari terakhir, retaliasi oleh China dengan memperlemah yuan mengerek semua mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Adapun nilai tukar rupiah di pasar spot Bloomberg pada pukul 17.19 WIB terpantau berada di posisi Rp 15.276 per dollar AS.

Angka tersebut lebih lemah 21,5 poin atau 0,15 persen dari sesi penutupan yang berada di posisi 14.255 per dollar AS.

Nanang pun mengatakan, di sesi perdagangan New York kurs, NDF rupiah melesat ke Rp 14.570 per dollar AS dan membuat BI melakukan langkah antisipatif jika investor asing menjual SBN dan memicu pelemahan rupiah lebih lanjut pada pembukaan pasar pukul 08.00 WIB.

"Pada pembukaan pasar hari ini, Rupiah dibuka langsung melemah dengan 'gap. yang lebar dari penutupan sebelumnya di Rp 14.250 ke Rp 14.315, yang kemudian kami langsung respon dengan masuk ke pasar spot dan pasar sekunder SBN," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang: Sudah 2 Minggu Stok Minyakita Kosong

Pedagang: Sudah 2 Minggu Stok Minyakita Kosong

Whats New
Turun Rp 2.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Cara Tarik dan Setor Tunai BCA Tanpa Kartu di Mesin ATM via myBCA

Cara Tarik dan Setor Tunai BCA Tanpa Kartu di Mesin ATM via myBCA

Spend Smart
Sempat Error, Kini Transaksi di DANA Sudah Pulih

Sempat Error, Kini Transaksi di DANA Sudah Pulih

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Menakar Untung-Rugi Nasabah di Tengah PKPU dan Proses Likuidasi Wanaartha Life

Menakar Untung-Rugi Nasabah di Tengah PKPU dan Proses Likuidasi Wanaartha Life

Whats New
Permintaan AS yang Tinggi, Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen

Permintaan AS yang Tinggi, Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen

Whats New
Bolehkah Polisi Berpoligami?

Bolehkah Polisi Berpoligami?

Work Smart
Cara Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api 10 Persen Khusus Dosen dan Tenaga Pendidik UNPAD

Cara Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api 10 Persen Khusus Dosen dan Tenaga Pendidik UNPAD

Spend Smart
Sempat Sentuh Level Tertinggi, Harga Saham BMRI Meningkat 41,3 Persen di 2022

Sempat Sentuh Level Tertinggi, Harga Saham BMRI Meningkat 41,3 Persen di 2022

Whats New
Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Sri Mulyani: Kami Fokus Mengerjakan Apa yang Ada

Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Sri Mulyani: Kami Fokus Mengerjakan Apa yang Ada

Whats New
Sri Mulyani Bantah Anggaran Penanganan Kemiskinan Rp 500 Triliun Habis untuk Studi Banding dan Rapat

Sri Mulyani Bantah Anggaran Penanganan Kemiskinan Rp 500 Triliun Habis untuk Studi Banding dan Rapat

Whats New
Dua Hari Berturut-turut Melemah, Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini?

Dua Hari Berturut-turut Melemah, Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini?

Earn Smart
Daftar 10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Kemarin

Daftar 10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Kemarin

Earn Smart
[POPULER MONEY] Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM | Bakal Tutup, JD.ID Beri Diskon Besar-besaran

[POPULER MONEY] Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM | Bakal Tutup, JD.ID Beri Diskon Besar-besaran

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+