Jonan Ancam Pindahkan Pegawainya Jadi Penjaga Gunung Api, Mengapa?

Kompas.com - 06/08/2019, 20:34 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan di Auditorium Benedictus Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019). Menteri Ignasius Jonan menjelaskan mengenai pencapaian-pencapaian pemerintah khususnya di bawah kewenangan Kementerian ESDM dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terutama yang berada di daerah-daerah pelosok dan terpencil di Indonesia. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj. ANTARA FOTO/Moch AsimMenteri ESDM Ignasius Jonan memberikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan di Auditorium Benedictus Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019). Menteri Ignasius Jonan menjelaskan mengenai pencapaian-pencapaian pemerintah khususnya di bawah kewenangan Kementerian ESDM dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terutama yang berada di daerah-daerah pelosok dan terpencil di Indonesia. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan "mengancam" jajarannya untuk dimutasi ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG).

Unit kerja di Kementerian ESDM tersebut memiliki tugas menjaga gunung api. Ancaman tersebut dilontarkan Jonan bagi jajarannya jika tak berhasil mengembangkan aplikasi perizinan berbasis online.

Dilansir dari Antaranews.com, Selasa (6/8/2019), hari ini Jonan meluncurkan aplikasi online sistem teknologi informasi ( TI). Ia mengaku, dirinya sapai meminta bantuan Direktur IT PT Kereta Api Indonesia (Persero) Kuncoro Wibowo.

Baca juga: Jonan: Indonesia Tidak Akan Impor Gas

Pasalnya, Jonan menilai sistem TI di Kementerian ESDM tidak up to date. Adapun Kuncoro membantu menyusun cetak biru pengelolaan sistem informatika Kementerian ESDM.

"Sistem IT di sini kok enggak up to date, masa' kalah dengan KAI. Sampai akhirnya saya panggil Direktur IT KAI Pak Kuncoro, minta bantuan beliau. Enggak pakai ongkos (biaya) karena beliau sangat kagum dengan saya," katanya sambil tertawa.

Namun demikian, Jonan menuturkan Kuncoro masih menemui masalah dalam melakukan reformasi sistem TI di Kementerian ESDM. Hingga pada suatu hari, Jonan harus melakukan sendiri.

Baca juga: Jonan: Percepatan Proyek 35.000 MW Disesuaikan Kebutuhan Masyarakat

Padahal, ia ingin sistem perizinan online bisa selesai sebelum ia selesai menjabat pada Oktober mendatang.

"Saya panggil Wamen (Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar), lalu bilang, 'Kita bikin sendiri saja nanti kalau ada yang enggak mau saya bebastugaskan'. Tapi kalau dibebastugaskan negara rugi. Kebetulan kami membawahi Badan Geologi yang di bawahnya ada PVMBG, termasuk di dalamnya itu pengamat gunung api. Jadi kita pindahin ke situ saja," ungkap Jonan.

Menurut Jonan, layanan perizinan online merupakan hal penting di era saat ini. Sebab, sistem perizinan online akan dapat mempermudah dan mempercepat proses pengajuan perizinan agar investor bisa segera merealisasikan investasinya.

"Kalau pelayanan ke masyarakat tidak cepat, pertumbuhan bisa terganggu. Bukan peningkatan kemakmuran yang terlambat, tapi penciptaan lapangan kerja. Setiap tahun ada 2 juta orang lho (tenaga kerja yang bisa diserap). Kalau investasi, bisnis, tidak jalan mau dikasih kerja apa?" ujar Jonan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X