Bos Sritex Nilai Industri Tekstil RI Perlu Dilindungi, Ini Alasannya

Kompas.com - 06/08/2019, 20:54 WIB
Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (6/8/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANADirektur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (6/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto menilai, perlu ada aksi perlindungan terhadap industri tekstil di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan saat berbicara tentang masa depan industri tekstil Indonesia dalam cara Kompas CEO Talk yang digelar di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

"Ke depan, yang harus kita lindungi adalah bisnis tekstil ini di Indonesia secara total," ujar Iwan.

Menurut dia, ada dua hal yang menjadi alasan industri tekstil Indonesia harus dilindungi. Pertama, industri tersebut digunakan oleh berbagai negara untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Perang Dagang, Sritex Incar Pasar Amerika Serikat Lebih Luas

Industri tekstil, kata Iwan, adalah industri yang paling cepat dalam hal realisasi investasi. Selain cepat dalam membangun pabrik, penyerapan tenaga kerja di industri tekstil juga banyak.

Oleh karena itu, industri tekstil dijadikan "mesin" untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi lewat produksi dan penyerapan tenaga kerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, produk yang dihasilkan industri tekstil tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan di dalam negeri, namun juga di ekspor ke berbagai negara. Indonesia bisa jadi pasar yang besar untuk produk tersebut.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Penjualan, Sritex Tambah Modal Rp 658 Miliar

Kedua, Iwan menilai industri tekstil Indonesia perlu dilindungi karena sejumlah negara menerapkan model ekonomi komando.

Hal ini dinilai bisa membuat Indonesia sulit bersaing dalam hal memberi kemudahan investasi bagi para pelaku usaha di industri tekstil.

"Kalau investor datang di negara tersebut butuh tanah, tuh dikasih, butuh tax, tuh, butuh pegawai, tuh. Langsung. Di sini harus ngomong sama bupati dulu dan lain-lain," kata dia.

Ke depan, Iwan berharap ada aturan pemerintah yang bisa melindungi produk tekstil Indonesia. Salah satunya melalui undang-undang sandang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.