Berawal dari Kios di Pasar Klewer, Sritex Kini Punya Aset Rp 19,6 Triliun

Kompas.com - 07/08/2019, 11:32 WIB
Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (6/8/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANADirektur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (6/8/2019)

"Pada 1997 saya bergabung setelah pulang belajar dari AS. Saat itu saya hanya asisten saja," kata Iwan.

Pasca-krisis 1998, perjalan industri tekstil Indonesia tidak mudah. Sritex merasakan langsung hal itu. Industri tekstil diterpa isu industri negatif, sunset industri dan lain-lain.

Akibatnya, bank-bank tidak memiliki kepercayaan kepada industri tekstil. Turbulensi itu, kata Iwan, terjadi hingga 2006.

Namun seiring perkembangan waktu, bank-bank mulai kembali terbuka dan percaya kepada industri tekstil. Hal ini dimanfaatkan oleh Sritex untuk mendapatkan pinjaman agar perusahaan bisa ekspansi.

Kini di usianya yang 53 tahun, Sritex mampu tumbuh pesat. Produknya sudah merambah dunia, termasuk menyuplai seragam militer ke lebih dari 30 negara.

Aset perusahaan pun melonjak berkali-kali lipat. Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2019, aset Sritex tercatat mencapai 1,4 miliar dollar AS atau Rp 19,6 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS).

Perkembangan bisnis itu juga menyerap banyak tenaga kerja, yakni 50.000 karyawan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X