WIKA: Pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 27,2 Persen

Kompas.com - 07/08/2019, 13:12 WIB
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA Tumiyana memberi keterangan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8/2019). MURTI ALI LINGGADirektur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA Tumiyana memberi keterangan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaporkan progres pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung kini telah mencapai 27,2 persen. Proyek kereta api ini digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

"Perkembangannya sudah 27,2 persen per minggu lalu," kata Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Tumiyana menjelaskan, untuk perkembangan pembebasan tanah proyek kereta cepat sudah mencapai 97,3 persen. WIKA menargetkan pada akhir tahun progres pengerjaan proyek tersebut sudah pada posisi 49 persen.

"Sisanya terdiri dari fasilitas sosial dan fasilitas umum," ujarnya.

Pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini, diketahui sebanyak 60 persen saham PT KCIC dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang dipimpin oleh Wijaya Karya. Selebihnya, 40 persen saham dimiliki oleh konsorsium perusahaan China, yakni Beijing Yawan HSR.

Nantinya, pada kereta cepat ini terdapat 13 tunnel (terowongan) dan satu di antaranya sudah rampung dibangun. Sehingga pada tahun ini ditargetkan 2 tunnel sudah selesai pembangunannya.

Baca: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Melesat 350 Km Per Jam

"Target selesai kereta cepat 2021, sehingga kuartal II 2021 trial operasi selama 3-4 bulan. Setelah itu kita geber beroperasi secara penuh," sebutnya.

Target Pembangunan

Diberitakan sebelumnya, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan selesai dibangun akhir 2020 dan menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno mengatakan bahwa progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Tunnel Walini akan mencapai 60 persen di akhir 2019.

Setelah pengerjaan yang dilaksanakan selama 15 bulan, tunnel dengan panjang 608 meter ini menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus.

Jika sudah beroperasi, Kereta Cepat Jakarta Bandung akan melintasi 4 stasiun, yakni Stasiun Halim Jakarta Timur, Stasiun Karawang, Stasiun Walini Kabupaten Bandung, dan Stasiun Tegalluar Bandung.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X