Ekonomi Tumbuh Melambat, RI Perlu Diversifikasi Ekspor

Kompas.com - 07/08/2019, 14:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Senin (5/8/2019) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2019 yang sebesar 5,05 persen atau lebih lambat dari kuartal sebelumnya 5,07 persen.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memaparkan kinerja perekonomian tersebut masih cukup solid.

Destry mengatakan, dari sisi eksternal, Indonesia masih belum bisa mengandalkan ekspor. Pasalnya, secara tahunan, kinerja ekspor Indonesia justru merosot pada kuartal II-2019 ini.

"Kita memang belum bisa berhadap banyak dari ekspor. Ekspor kita kemarin masih alami pertumbuhan negatif sebab pertumbuhan ekonomi global melambat. Dan adanya trade war (perang dagang) juga sedikit banyak memengaruhi ekspor kita," ujar dia.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat, Ini Fakta-faktanya

BPS mencatatkan, dari seluruh komponen penopang pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran, kinerja ekspor mengalami kontraksi.

Ekspor tercatat tumbuh negatif 1,81 persen (year on year/yoy) dengan kontribusinya 17,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang secara nominal berjumlah Rp 3.963,5 triliun.

Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kinerja tahun lalu yang tumbuh 7,65 persen.

Destry menjelaskan, perlambatan perekonomian China dan Amerika Serikat bakal kian membebani kinerja ekspor. Sebab, kedua negara tersebut adalah mitra dagang utama Indonesia.

Baca juga: Turun, Ekonomi Indonesia Kuartal II-2019 Hanya Tumbuh 5,05 Persen

Menurut dia, pemerintah bersama dengan BI harus bisa meningkatkan diversifikasi ekspor, terutama pertumbuhan di pasar yang bersifat konvensional.

Adapun saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagian besar masih didorong oleh konsumsi domestik yang tumbuh 5,17 persen, yang berkontribusi sebesar 55,79 persen terhadap keseluruhan PDB.

Adapun investasi yang menjadi kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian, menurut Destry masih harus lebih dipacu. Kontribusi investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terhadap PDB sebesar 31,25 persen atau tumbuh 5,01 persen.

"Sebab dua saja dari konsumsi masyarakat dan investasi kalo bisa fokus dua ini maka pertumbuhan  konsumsi akan signifikan karena kedua sumbangkan 80 persen dari PDB," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Transaksi 'Digital Banking' Melesat, Per April Tembus Rp 5.338,4 Triliun

Transaksi "Digital Banking" Melesat, Per April Tembus Rp 5.338,4 Triliun

Whats New
Sudah Dinanti Para Pekerja, Kapan SBU 2022 Cair?

Sudah Dinanti Para Pekerja, Kapan SBU 2022 Cair?

Whats New
Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Whats New
Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Spend Smart
ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

Whats New
Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik 'Blast Furnace'

Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik "Blast Furnace"

Whats New
Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Whats New
PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

Whats New
Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Earn Smart
Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Whats New
Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Spend Smart
OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

Whats New
Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Whats New
Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Whats New
MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.