Pertamina Data Penerima Kompensasi Kebocoran Sumur Minyak di Blok ONWJ

Kompas.com - 08/08/2019, 14:22 WIB
Nelayan di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang pulang melaut, Rabu (24/07/2019). Kebocoran minyak pada anjungan lepas pantai YYA-1 di area PHE ONWJ berdampak pada  turunnya hasil tangkapan nelayan. KOMPAS.com/ FARIDA FARHANNelayan di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang pulang melaut, Rabu (24/07/2019). Kebocoran minyak pada anjungan lepas pantai YYA-1 di area PHE ONWJ berdampak pada turunnya hasil tangkapan nelayan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) akan bertanggung jawab atas insiden kebocoran sumur YYA-1 di area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang berada di Karawang, Jawa Barat (Jabar) beberapa waktu lalu.

Karena itu Pertamina akan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak meluasnya semburan minyak.

"Ini sedang dalam pendataan kami, belum bisa kami share," kata Direktur Utama  PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Meidawati dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Meidawati menjelaskan, pihaknya sudah menindaklanjuti itu dengan membentuk tim untuk menentukan alur atau proses pemberian kompensasi. Tim ini terdiri dari PHE, instansi di daerah, dan pejabat desa yang desanya terdampak.

Baca juga: Pertamina Tekan Dampak Kebocoran Sumur Pertamina di Blok ONWJ

Intinya proses ini berjenjang mulai proses pengaduan hingga dicairkan dana kompensasinya. "Kompensasi, kami masih dalam pendataan ada pembentukan tim juga," ujarnya.

Meskipun demikian, Meidawati enggan merinci berapa banyak warga yang terdampak atas kebocoran sumur minyak milik Pertamina tersebut. Begitu juga dengan berapa besaran kompensasi yang diberikan dan dalam bentuk apa.

Sementara itu, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H Samsu menambahkan, pihaknya punya tanggung jawab besar atas kejadian ini. Sehingga, tidak ada alasan tidak memberikan kompensasi kepada mereka yang terdampak ceceran minyak.

"Tentu ini sudah menjadi kewajiban kami," katanya.

Baca juga: Kebocoran Minyak dan Gas, Pertamina Bakal Tutup Permanen Sumur YY-1

Dharmawan mengungkapkan, dana pemberian kompensasi itu akan diambil dari perusahaan. Karena itu, pihaknya tidak ingin ada masyarakat atau elemen terten yang dirugikan karena kejadian ini.

Hingga kini, Pertamina terus berupaya menekan dampak kebocoran sumur YYA-1 di area PHE ONWJ) di pesisir pantai utara Karawang, Jawa Barat.

"Dalam insiden seperti ini jangan ada pihak yang dirugikan. Tapi jangan pulang dengan musibah ini orang mengambil manfaat," jelasnya.

Sebelumnya gelembung gas muncul di sekitar anjungan YY yang dioperasikan PHE ONWJ berawal pada Jumat dini hari, 12 Juli 2019. Hingga akhirnya terus membesar dan meluas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.