PLN Pastikan Bakal Bayar Kompensasi ke MRT Jakarta

Kompas.com - 08/08/2019, 15:07 WIB
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat mati listrik massal ( blackout) yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu, PT MRT Jakarta mengalami kerugian hingga mencapai Rp 507 juta. Sebab, ketika blackout terjadi, operasional MRT Jakarta sempat berhenti total.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pun memastikan bakal membayarkan kompensasi kepada pihak MRT Jakarta.

General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad menjelaskan, perseroan bakal membayarkan kompensasi berdasarkan ketentuan yang sudah disepakati bersama.

"Jadi dalam pelaksanaan kompensasi bahwa PLN melaksanakan kompensasi sesuai ketentuan ketentuan yang ada dan itu sudah kita sampaikan berbagai pihak, departemen perindustrian, YLKI, kita akan sosialisasikan ke pelanggan PLN," ujar Ikhsan di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: Akibat Listrik Padam, MRT Jakarta Perkirakan Kerugian Rp 507 Juta

Ikhsan menjelaskan, MRT Jakarta merupakan pelanggan premium sehingga pembayaran kompensasi didasarkan pada kesepakatan bersama di dalam perjanjian atau sesuai dengan Service Level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

"MRT kebetulan sudah menjadi pelanggan premium Disjaya, jadi kita akan melakukan kompensasi sesuai ketentuan dan kontrak yang sudah kita kesepakati bersama," ujar dia.

Hingga saat ini, perseroan masing menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan kepada MRT Jakarta.

Adapun pada pemadaman listrik hari Minggu lalu, sebanyak 3.000 orang harus dievakuasi karena berhentinya kereta MRT Jakarta akibat terputusnya aliran listrik PLN.

Baca juga: PT MRT Minta PLN Tingkatkan Kehandalan Pasokan Listriknya

Saat ini, terdapat 2 jalur pasokan listrik MRT yang bersumber dari 2 subsistem 150kV PLN yang berbeda.

Subsistem tersebut yakni Gandul-Muara Karang melalui Gardu Induk PLN Pondok Indah dan Subsistem Cawang-Bekasi melalui Gardu Induk PLN CSW.

Untuk semakin meningkatkan sistem kelistrikan MRT, PLN pun saat ini tengah memaksimalkan PLTD Senayan dengan kapasitas 101 MW.

Konstruksi PLTD Senayan membutuhkan waktu 15 bulan sejak Juni 2018 lalu, dan akan diresmikan pada Oktober 2019 mendatang.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X