KILAS

Hadapi Tantangan Energi, PGN Siap Kelola Rantai Bisnis Midstream dan Downstream

Kompas.com - 08/08/2019, 18:26 WIB
Aktivitas para pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Dok. Humas PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGNAktivitas para pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)

Laporan tahunan SKK Migas tahun 2018 menyebutkan, dari total kontrak penjualan sebesar 1.948 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD), realisasi pemanfaatan gas bumi oleh industri domestik hanya 1.698 BBTUD. Angka ini hanya berkisar 87 persen dari total kontrak penjualan.

Tidak maksimalnya realisasi tersebut terjadi salah satunya adalah akibat keterbatasan ketersediaan infrastruktur gas bumi yang dapat di akses oleh pengguna gas sektor industri.

Perubahan tata niaga

Untuk mengatasi masalah itu, kini negara telah melarang penjualan niaga secara bertingkat. Imbasnya badan usaha penerima alokasi wajib memiliki dan mengembangkan infrastruktur.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pun menentapkan badan usaha harus mengimplementasikan kewajiban itu di wilayah jaringan distribusi, eksklusifitas wilayah niaga tertentu, dan sub wilayah niaga tertentu.

Tak cuma itu, Menteri ESDM mewajibkan badan usaha mengatur harga gas bumi untuk industri dan pembangkitan listrik.

Baca juga: Dengan Berkolaborasi, PGN Yakin Penuhi Kebutuhan Energi Baik

Perubahan fundamental tersebut bertujuan untuk memberikan kemampuan kepada badan usaha dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi ke wilayah-wilayah baru. Hal ini sesuai visi pemerintah untuk memberikan keadilan akses energi di Indonesia secara berkelanjutan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Diharapkan dengan meningkatnya pemanfaatan gas bumi akan memangkas defisit realisasi pemanfaatan gas domestik, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor migas," imbuh Gigih.

Gigih melanjutkan perubahan tersebut juga bisa menghasilkan multiplier effect dari pemanfaatan gas bumi di seluruh sektor, baik dari kelistrikan, industri, UMKM, transportasi dan rumah tangga.

PGN punya fondasi kokoh

Lebih lanjut Gigih menegaskan PGN sebagai Sub Holding Gas mempunyai pondasi kokoh untuk melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Fondasi yang dimaksud adalah portofolio infrastruktur jaringan gas lebih dari 9.900 kilometer (km). Kemudian pengelolaan pipa jaringan gas rumah tangga sepanjang lebih dari 3.800 km

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.