Pasca Mati Listrik, Ini Saran Persatuan Insinyur untuk PLN

Kompas.com - 08/08/2019, 19:44 WIB
Ilustrasi listrik KOMPAS / WAWAN H PRABOWOIlustrasi listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melakukan perbaikan dan investigasi menyusul pemadaman listrik massal ( blackout) di DKI Jakarta, Banten, dan sebagian wilayah Jawa Barat, Minggu (4/8/2019) lalu.

Hari itu, PLN melakukan pemulihan terhadap 6 turbin dalam waktu 6 jam. Adapun investigasi masih terus berlanjut.

Namun demikian, Chairman Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI) Raswari memberikan saran perbaikan demi mencegah kondisi serupa terulang di masa depan. Pertama, PLN wajib menginspeksi mendetil seluruh peralatan teknik, terutama yang vital dan sensitif.

"Hal ini penting untuk memastikan pemenuhan terhadap standar ISO terkait keandalan kualitasnya, agar tidak terjadi kegagalan saat dioperasikan," jelas Raswari dalam keterangannya, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: Cari Tahu Penyebab Listrik Padam, PLN Bentuk Tim Independen

Kedua, peningkatan kualitas manajemen pelaporan karyawan PLN. Menurut Raswari, kemampuan karyawan dalam melakukan pelaporan harian, mingguan, bulanan dan progress report sangat vital.

"Karena dari report tersebut tersebut perusahaan mampu melakukan langkah-langkah antisipasi pencegahan malfungsi operasional maupun menginvestigasi secara cepat saat terjadinya sebuah peristiwa. Report ini kelihatan sepele tapi vital," ungkap Raswari.

Perusahaan sekaliber PLN, Pertamina, dan PGN, imbuh dia, wajib melatih karyawan dengan kemampuan penulisan laporan berstandar internasional. Ini penting untuk menganalisis prosedur pelaporan, apa yang dilaporkan, bagaimana melaporkan, siapa yang melaporkan, siapa yang mengotorisasi sebuah prosedur saat terjadi peristiwa.

"Jadi bisa diketahui alur peristiwa ketika terjadi kondisi genting,” sebutnya.

Baca juga: Panggil PLN, Ombudsman Tanyakan 4 Hal Ini

Selanjutnya dari kejadian ini PLN bisa memetik banyak pelajaran yang harus diaplikasikan untuk pencegahan kondisi serupa di masa depan. Aspek distribusi daya listrik, misalnya.

Dengan peristiwa ini PLN bisa membuat simulasi jika terjadi trip atau gangguan di satu pembangkit atau jaringan transmisi.

“Segmentasi distribusinya di-reroute kembali. Dianalisis berbagai fasilitas yang ada mana yang harus dikoneksikan. Jadi jika Jakarta, Bandung, Banten atau daerah lainnya yang berpenduduk besar blackout, bisa diantisipasi segera sumber daya alternatifnya, akan diambil dari mana,” ucap Raswari.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X