PT Timah Mulai Menambang Uranium dan Thorium

Kompas.com - 09/08/2019, 14:09 WIB
Ilustrasi uranium. SHUTTERSTOCKIlustrasi uranium.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - PT Timah Tbk mulai  menambang uranium dan thorium di lokasi tambang yang berada di Kepulauan Bangka Belitung.

Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, Indonesia memulai babak baru sebagai salah satu produsen logam tanah jarang yang selama ini dikuasai China.

“Industri ini merupakan industri masa depan dan sudah seharusnya Indonesia memanfaatkan dan memaksimalkan potensi dan berkah yang luar biasa,” kata Riza dalam pesan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (9/8/2019).

Guna merealisasikan pengelolaan logam tanah jarang atau mineral ikutan timah itu, PT Timah Tbk telah menjalin kesepakatan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Menurut Riza, pihaknya juga siap bekerja sama dengan BATAN dalam proyek-proyek strategis khususnya yang berkaitan dalam pengolahan bahan-bahan terebut.

“Kami yakin BATAN sudah sangat expert dan leading dalam hal teknologi ini. Kami harapkan kerja sama yang telah dilakuan dapat menciptakan energi murah dan ramah lingkungan di Indonesia, dengan pemanfaatan mineral-mineral tadi,” ujar Riza.

Dia menuturkan, perjanjian kerja sama sebagai bentuk tanggung jawab TINS dalam menaati peraturan dalam pengelolaan mineral radio aktif di Indonesia khususnya pada penerapan industri.

Didukung bahan baku yang dimiliki TINS cukup banyak mengingat sejarah penambangan timah yang dilakukan sudah berlangsung cukup lama.

“Bisa dibayangkan jika sejarah penambangan timah di Bangka Belitung sudah ratusan tahun, sementara pemanfaatan monasit belum pernah dilakukan,” paparnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X