Kompas.com - 09/08/2019, 14:09 WIB
Ilustrasi uranium. SHUTTERSTOCKIlustrasi uranium.

Kepala BATAN Anhar R Antariksawan menilai, memang sudah saatnya memulai industrialisasi mineral tanah jarang khususnya pengolahan monasit dimana uraniun dan thorium terdapat di dalamnya.

Ia bahkan berencana menyelaraskan rencana strategis (renstra) BATAN dengan milestone yang ada di TINS khususnya dalam pengolahan monasit.

BATAN sudah melakukan penelitian tentang monasit, membuat ReOH, termasuk pemanfaatan logam tanah jarang.

“Di dalam monasit banyak mengandung bahan mineral selain logam tanah jarang yang luar biasa kegunaannya. Juga ada uranium, thorium dan zirkonium yang sangat penting dalam industri nuklir,” ujarnya.

TINS merupakan produsen timah terbesar kedua di dunia. Didasarkan pada data US Geology Survey, anggota Holding Pertambangan ini memiliki cadangan timah sebesar 60 persen dari total cadangan timah di Asia Tenggara dan 8,1 persen dari cadangan global.

 

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.