4 Fakta soal Kabar PHK Massal NET TV

Kompas.com - 10/08/2019, 11:07 WIB
Logo NET TV vidio.comLogo NET TV

JAKARTA, KOMPAS.com — Jagat media sosial tiba-tiba digemparkan soal PT NET Mediatama Indonesia yang dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK) karyawan NET TV secara besar-besaran. 

Bahkan, berita terkait PHK massal NET TV menjadi trending topic di Twitter Indonesia dari Kamis (8/8/2019) hingga Jumat (9/8/2019).

Banyak warganet tak rela jika kabar ini benar adanya. Tak hanya itu, beberapa warganet juga menyayangkan beberapa program favorit yang tak lagi tayang di NET TV.

Baca juga: Kabar PHK Massal di NET TV, Ini Klarifikasi Wishnutama

Kompas.com mencoba menghimpun fakta-fakta mengenai kabar PHK karyawan NET TV secara besar-besaran itu. Berikut fakta-faktanya:

1. Bantahan Wisnutama

Komisaris Utama  PT Net Mediatama Televisi Wishnutama Kusubandio membantah adanya pemecatan massal di TV dengan jargon "Televisi Masa Kini" tersebut.

Wisnu mengaku telah meminta keterangan direksi ihwal informasi rencana PHK yang telah diketahui publik tersebut.

Dari pertemuan yang dilakukan, diketahui bahwa kabar tersebut tidak benar.

"Baru saja tadi ketemu dengan direksi untuk minta penjelasan perihal berita ini. Menurut informasi yang disampaikan kepada saya oleh BOD, tidak ada PHK seperti yang diberitakan," ujar Wishnutama yang juga salah satu pendiri NET TV. 

2. Persaingan di industri TV kian berat

COO PT NET Mediatama Indonesia Azuan Syahril juga membantah pihaknya melakukan PHK massal. Menurut dia, NET TV hanya melakukan strategi untuk menghadapi persaingan di dunia pertelevisian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X