Menteri Bappenas Soroti Penggunaan APBN yang Sudah Dekati Rp 2.500 Triliun

Kompas.com - 12/08/2019, 16:27 WIB
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan dan Pekbangunan Nasional Bambang Brodjonegoro KOMPAS.com/GHINAN SALMANMenteri PPN/Kepala Badan Perencanaan dan Pekbangunan Nasional Bambang Brodjonegoro

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) harus diefektifkan.

"Jumlah anggaran yang meningkat secara nominal, di mana posisi hari ini menyentuh atau mendekati Rp 2.500 triliun. Kita bayangkan sebuah jumlah besar, tapi kita pertanyakan apakah alokasi belanja tersebut sudah tepat sasaran?" kata Bambang dalam penutupan seminar di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Bambang menjelaskan, saat ini ruang gerak atau fiskal space pemerintah tidaklah luas. Pasalnya sudah ada belanja rutin dan mengikat yang tidak bisa ditinggalkan. Seperti belanja pegawai, transfer daerah, pembayaran bunga utang atau kewajiban anggaran 20 persen untuk pendidikan dan lainnya.

"Ketika berbicara mengenai berapa ruang fiskal dan kemampuan investasi pemerintah? jawabanya tidak banyak. Karena sudah banyak yang menjadi pengalokasian tadi," ujarnya.

"Maka pembahasan belanja berkualitas jadi relevan karena anggaran yang tetap terbatas. Banyak yang sudah dikategorikan belanja mengikat," tambahnya.

Dia mengungkapkan, keberadaan APBN tidak hanya ditujukan untuk menjalankan roda pemerintahan. Bagaimanapun, APBN punya peran lebih sekedar itu, yakni sebagai pendorong dan penggerak ekonomi.

"Tidak harus langsung dan segala galanya, tapi pemerintah harus bisa fasilitasi dan berperan sebagai pihak yang diberikan stimulasi," ungkapnya.

Baca: Kenaikan Gaji PNS dan TNI-Polri Sebabkan APBN Defisit Rp 342 Triliun?

Karena itu, Menteri Bappenas berharap penggunaan APBN di tataran kementerian/lembaga (KL) dan lainnya harus berkualitas. Sehingga, pemanfaatannya dapat berdampak dan berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

"Di sinilah, analisa mengenai per jenis belanja menjadi penting," sebutnya.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X