8 Bulan Pasca-tsunami Selat Sunda, Apa Kabar Kawasan Tanjung Lesung?

Kompas.com - 12/08/2019, 19:09 WIB
Pantauan udara garis pantai di kawasan Banten yang terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). Bencana tersebut menimbulkan ratusan korban jiwa, sebagian luka-luka dan korban hilang serta kerusakan pada gedung-gedung, permukiman hingga kapal nelayanPenanganan darurat dampak bencana terus dilakukan pihak BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan embaga terkait terus bersama pemerintah daerah. KOMPAS/RIZA FATHONIPantauan udara garis pantai di kawasan Banten yang terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). Bencana tersebut menimbulkan ratusan korban jiwa, sebagian luka-luka dan korban hilang serta kerusakan pada gedung-gedung, permukiman hingga kapal nelayanPenanganan darurat dampak bencana terus dilakukan pihak BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan embaga terkait terus bersama pemerintah daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten sempat terdampak tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 lalu.

Kini setelah 8 bulan, bagaimana kondisi kawasan yang dikenal sebagai salah satu kawasan wisata tersebut?

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk sebagai pengembang kawasan tersebut mengungkapkan perkembangan Tanjung Lesung pasca bencana tsunami.

"Pasca tsunami secara umum sudah normal kembali, kita perbaiki semua (infrastruktur yang rusak)," ujar Corporate Secretary Jababeka Muljadi Suganda di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Baca juga: Pengelola: 30 Persen Bangun di Tanjung Lesung Rusak Akibat Tsunami

Soal jumlah keterisian hunian di kawasan Tanjung Lesung, Muljadi mengatakan angkanya semakin meningkat.

Bahkan, kata dia, pada periode Lebaran 2019 lalu, okupansi penginapan di Tanjung Lesung cukup tinggi.

"Okupansinya sudah normal lagi. kami harapkan ini bisa normal kembali (seperti sedia kala)," kata dia.

Baca juga: Butuh Rp 150 Miliar Bangun Kawasan Tanjung Lesung Seperti Semula

Seperti diketahui, KEK Tanjung Lesung dikelola Jababeka melalui anak usahanya PT Banten West Java Tourism Development.

Pasca tsunami pada Desember 2018, kawasan Tanjung Lesung mengalami kerusakan. Saat itu diperkirakan butuh Rp 150 miliar untuk memperbaiki bangunan yang rusak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X