KILAS

Ini Cara Desa Pandak Ciptakan Kemandirian Ekonomi

Kompas.com - 13/08/2019, 10:52 WIB
Salah satu wahana yang ada di Desa Pandak, di Jawa Tengah merancang konsep wisata modern berstandar internasional. Dok. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik IndonesiaSalah satu wahana yang ada di Desa Pandak, di Jawa Tengah merancang konsep wisata modern berstandar internasional.

Tak hanya itu, Desa Pandak menerapkan aturan jam belajar, yaitu pukul 18.00–21.00 WIB. Mereka juga membangun TK dan pos terpadu.

Untuk mengampanyekan hidup bersih dan sehat, desa ini menerapkan sebuah Peraturan Desa tentang Larangan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Baca juga: Menurut Jokowi, Dana Desa yang Sudah Tersalurkan Rp 257 Triliun

“Ada hukuman dan denda minimal Rp 100 ribu bagi yang melanggar. Uang ini akan masuk ke kas RT yang ada di wilayah pelanggaran,” terang Rasito, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (13/8/2019).

Pendapatan asli desa pun diputar kembali untuk membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam membina koperasi RT. BUMDes memayungi beberapa unit usaha, seperti unit pengelolaan air bersih, unit simpan pinjam, unit pengolahan sampah, dan unit perdagangan.

Desa wisata

Selain pengembangan SDM, Desa Pandak juga melakukan pembangunan ekonomi dengan membangun desa wisata modern berstandar internasional.

Rasito menjelaskan, dana desa yang digulirkan pemerintah pusat seluruhnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup warga desa. Caranya dengan melakukan inovasi membangun desa wisata yang berkualitas agar nilai ekonomi aset desa meningkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tak Hanya Kota dan Pantai, Ini 5 Desa Wisata di Yogyakarta

Terdapat sejumlah wahana wisata yang sudah dan sedang dibangun di desa yang berada di kawasan wisata Baturade ini. Misalnya, wahana The Village dan The Forest Island yang sudah beroperasi sejak beberapa tahun lalu.

The Village merupakan wisata edukasi yang dibuka sejak 2018 lalu. Tempat itu pun menjadi dijadikan latar belakang foto karena memiliki taman-taman bunga serta gedung dengan arsitektur instagramable.

“The Village dibangun di tanah kas desa. Dulu tanah ini disewa Rp 5 juta per tahun, sekarang Rp 80 juta per tahun. Tempat ini juga menyerap sekitar 50 tenaga kerja dari desa,” tutur Rasito.

Sementara itu, The Forest Island adalah taman bersantai bagi keluarga. Wahana ini dilengkapi dengan taman bunga, taman bermain, dan kolam renang. Ada juga kolam renang indoor khusus untuk perempuan atau kolam renang syariah.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.