Trump Tunda Tarif Baru Untuk Beberapa Produk Yang Diimpor dari China

Kompas.com - 14/08/2019, 07:39 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019). AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat akhirnya memutuskan untuk menunda menerapkan tarif untuk beberapa produk impor asal China hingga 15 Desember 2019.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donlad Trump menginginkan penerapan tarif impor baru bisa diberlakukan pada awal September tahun ini.

Seperti dikutip dari BBC, Rabu (14/8/2019), beberapa produk impor tersebut di antaranya adalah handphone, laptop, konsol video game, monitor komputer, dan beberapa jenis alas kaki dan pakaian.

Berita mengejutkan dari Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) ini membuat saham Apple melonjak hingga 5 persen pada perdagangan Selasa (13/4/2019).

Adapun produk lainnya yang bakal dikenai tarif sebesar 10 persen tetap diberlakukan sesuai rencana pada 1 September mendatang.

Dalam sebuah sesi wawancara, Presiden Trump mengatakan, penundaan penerapan tarif dimaksudkan untuk menghindarkan konsumen AS agar tidak terdampak pada perayaan Natal tahun ini.

Adapun pengumuman yang dilakukan oleh USTR tersebut terjadi setelah Perdana Menteri Liu He diketahui telah menghubingi pejabat setempat.

Baca: Tiga Negara Ini Dapat Berkah dari Perang Dagang, RI Perlu Berbenah

Investor teknologi menyambut berita baik tersembut, mendorong indeks saham chip naik 2,8 persen.

Harga saham ritel dan saham industri juga naik, dengan General Electric naik 4,4 persen. Tepat setelah tengah hari di Wall Street, tiga indeks saham utama naik hampir 2 persen.

Sebelumnya, Presiden Trump pada 1 Agustus 2019 menyatakan bakal memberlakukan tarif sebesar 10 persen untuk 300 miliar dollar AS produk impor asal China. Sebab, menurutnya, China tidak menepati janji mereka untuk membeli produk pertanian Negeri Paman Sam tersebut.

Halaman:


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X