Unjuk Rasa Tak Usai, Orang-orang Super Kaya Hong Kong Hijrah ke AS

Kompas.com - 14/08/2019, 16:39 WIB
Staf medis membawa spanduk saat aksi mogok mengutuk kekejaman polisi saat terjadi protes anti-pemerintah baru-baru ini, di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Hong Kong, China, Selasa (13/8/2019). Demo Hong Kong berlangsung intens dalam dua bulan terakhir dan berujung ricuh sejak UU Ekstradisi yang kontroversial mulai mendapat penolakan dari masyarakat.ANTARA FOTO/REUTERS/THOMAS PETER Staf medis membawa spanduk saat aksi mogok mengutuk kekejaman polisi saat terjadi protes anti-pemerintah baru-baru ini, di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Hong Kong, China, Selasa (13/8/2019). Demo Hong Kong berlangsung intens dalam dua bulan terakhir dan berujung ricuh sejak UU Ekstradisi yang kontroversial mulai mendapat penolakan dari masyarakat.

HONG KONG, KOMPAS.com - Semakin banyak orang- orang kaya Hong Kong yang mencari rumah dan berniat pindah ke Amerika Serikat (AS).

Ini lantaran mereka lelah dengan unjuk rasa yang tak kunjung usai, melemahnya pertumbuhan ekonomi di kawasan, dan perang dagang AS dan China. Hal ini diungkapkan konsultan wealth management Edward Mermelstein.

Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (14/8/2019), Mermelstein menjelaskan, perusahaannya, yakni One & One Realty, menangani relokasi dan bisnis terkait, termasuk investasi properti mewah senilai 10 juta dollar AS ke atas.

Dalam dua minggu terakhir, kata Mermelstein, perusahaannya telah menerima permintaan informasi dari klien-klien asal Hong Kong yang ingin memindahkan keluarganya ke AS.

Baca juga: Bandara Hong Kong Lumpuh akibat Unjuk Rasa, Ini Imbasnya ke Perekonomian

Para orang super tajir tersebut mengutarakan minat investasi antara 10 juta dollar AS hingga 100 juta dollar AS atau setara sekira Rp 142,4 miliar hingga Rp 14,2 triliun.

"Ini adalah situasi yang sangat tidak biasa. Warga Hong Kong biasanya hanya investor dan tidak memiliki minat untuk menjadi warga AS," jelas Mermelstein.

"Akan tetapi, hari ini pembicaraannya adalah jelas tentang memindahkan keluarga dan bisnis," imbuhnya.

Mermelstein telah 25 tahun berkecimpung di bisnis yang membantu keluarga-keluarga kaya memindahkan keluarga dan kekayaannya ke AS. Ia memulai karier dengan membantu warga-warga negara-negara pecahan Uni Soviet, termasuk Rusia, Ukraina, dan Kazakhstan.

Baca juga: Pengusaha Hong Kong Meminta Demonstrasi Dihentikan.

Namun, belakangan ini ia kebanjiran permintaan dari keluarga-keluarga kaya Hong Kong.

"Jelas ada permintaan dari klien-klien Hong Kong bahwa mereka ingin menghindari gejolak sosial yang (dapat) mengganggu gaya hidup mereka, dan mereka ingin kembali menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi keluarga mereka," terang Mermelstein.

Dia memprediksi akan terus terjadi peningkatan minat orang-orang kaya Hong Kong terkait kepindahan ke AS. Ini lantaran belum ada tanda-tanda kondisi akan berangsur pulih.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X