Wacana Tax Amnesty Jilid II, Pemerintah Diminta Hati-hati

Kompas.com - 14/08/2019, 20:36 WIB
Pajak. ThinkstockPajak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Menkeu) diminta untuk lebih bijak jika memang memberlakukan program Tax Amnesty ( Pengampunan Pajak) jilid II. Karena ada banyak risiko yang akan dihadapi nantinya.

Managing Partner Danny Darussalam Tax Centre DDTC, Darussalam mengatakan, salah satu tujuan tax amnesty terdahulu adalah untuk menyambut era baru yaitu era keterbukaan informasi perpajakan.

Inilah yang menjadi alasan tax amnesty digulirkan supaya ketika informasi terkumpul di otoritas pajak mereka yang belum patuh bisa diberikan kesempatan.

"Kesempatan untuk patuh, agar saat mereka diberi informasi mereka menjadi bagian yang terkena dampak makanya tax amnesty ada," kata Darussalam dalam diskusi di Hotel Millennium Sirih, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: Perlukah Indonesia Melakukan Tax Amnesty Jilid II?

Menurut Darussalam, adanya desakan atau permintaan pemerintah harus berikan tax amnesty jilid II karena perusahaan/pengusaha sebelumnya tidak ikut program awal. Karena itu, patut dicermati tujuan semula lahirnya kebijaksanaan tax amnesty dari pemerintah.

"Kita bandingkan sekarang, permintaan bagi para yang memohon untuk dapat diadakan lagi tax amnesty jilid II, saya yakin mereka pada saat itu tidak ikut atau sebagian kecil," tuturnya.

Dia menilai, saat ini perusahaan/pengusaha kemungkinan besar sudah tahu data keuangannya telah dimiliki oleh otoritas pajak. Ini adalah dampak dengan diberlakukan program tax amnesty perdana beberapa waktu lalu. Sehingga mereka berharap pemerintah menggulirkan lagi tax amnesty jilid II.

"Kalau begitu mereka minta ada lagi tax amnesty jilid II, agar bisa ikut dan tidak akan terkena tindakan hukum implikasi tax amnesty jilid I tadi," jelasnya.

Baca juga: Wacana Tax Amnesty Jilid Dua, Ini Saran DPR untuk Pemerintah

Dikatakannya Darussalam, jika tax amnesty jilid II memang benar dihadirkan pemerintah tentunya akan menjadi pertanyaan besar di ranah publik. Terlebih bagi mereka yang wajib pajak telah patuh dan ikut tax amnesty I.

"Tapi kok ada wajib pajak tidak patuh justru diberi insentif. Menurut saya tax amnesty jilid II ini adalah bentuk pemberian insentif kepada wajib pajak tidak patuh. Seharusnya kan insentif itu kan diberikan kepada pewajib pajak patuh dan memberikan triger kepada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi," ungkapnya.

"Jadi yang terjadi justru terbalik. Ini yang tidak saya inginkan, bagaimana memperlakukan wajib pajak tidak patuh ini apakah kita diberi insentif atau justru sebaliknya disentif," tambah dia.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X