[POPULER MONEY] Valuasi Go-Jek Lebihi Garuda | Hoaks Lowongan CPNS

Kompas.com - 15/08/2019, 06:24 WIB
Suasana ruangan di Kantor Go-Jek, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018). MURTI ALI LINGGA/KOMPAS.comSuasana ruangan di Kantor Go-Jek, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski relatif masih baru berdiri, platform transportasi online Go-Jek memiliki valuasi yang lebih besar ketimbang maskapai Garuda Indonesia yang telah eksis sejak puluhan tahun.

Hal itu karena Go-Jek memiliki intangible assets yang lebih besar dibandingkan dengan Garuda. Berita tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Rabu (14/8/2019).

Berita lainnya yang juga masuk terpopuler adalah hoaks lowongan CPNS yang akan dibuka Oktober 2019. Adapun berita-berita terpopuler kemarin adalah sebagai berikut:

1. Valuasi Gojek Lebih Besar dari Garuda, Ini Sebabnya

Berdasarkan data CB Insight, beberapa investor telah menyuntikkan dana kepada Gojek hingga mampu menyandang status decacorn, yang bervaluasi 10 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 142 triliun. Hal ini membuat valuasi Gojek 14 kali lipat dari kapitalisasi pasar maskapai Garuda Indonesia yang berada di angka Rp 11,07 triliun.

Lantas, mengapa valuasi Gojek lebih besar dibanding Garuda, padahal Garuda memiliki 142 pesawat dan aset senilai 4,5 miliar dollar AS. Sementara Gojek tak memiliki satu pun motor untuk mengoperasikan bisnisnya.

Akademisi dan Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan, valuasi Gojek lebih besar karena analisis bisnis di era digital sudah berubah. Saat ini, aset tak lagi tangible seperti yang dimiliki Garuda Indonesia. Ada aset intangible yang tak bisa diukur dan dicatat pada balance sheet akuntansi seperti yang dimiliki Gojek.

"Gojek tak punya satu pun motor, tapi valuasinya melebihi Garuda. Apa asetnya? Intangible, bentuknya seperti brand, skill, inovasi, dan keterampilan yang akhirnya menciptakan platform berbasis ekosistem," kata Rhenald Kasali di Jatiwarna, Bekasi, Selasa (13/8/2019). Adapun aset intangible adalah aset yang tidak bisa dijamin perbankan, tapi melekat di diri seseorang ataupun pelaku usaha, yaitu keterampilan, inovasi, ide, dan sebagainya. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Bantu UMKM Go Online, Ralali.com Gerakkan Ratusan Ribu Agen

Pemerintah mendorong UMKM bersaing di skala nasional maupun global dengan go online. Sejalan dengan misi pemerintah tersebut, platform marketplace business to business (B2B) Ralali.com saat ini telah menaungi lebih dari 600.000 UMKM. Adapun target pemberdayaan 1 juta UMKM dalam 4 bulan ke depan.

Chief Operations Officer (COO) Ralali.com, Alexander Lukman menuturkan, pihaknya telah menyediakan berbagai akses dan konektivitas yang relevan bagi para pelaku usaha.

"Pelaku UMKM Indonesia memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi untuk berkembang, hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya pelaku UMKM yang bertransaksi dan memenuhi kebutuhan usahanya melalui platform digital," kata Alex dalam keterangannya, Rabu (14/8/2019).

Ralali.com menyikapi hal ini dengan memfasilitasi UMKM di Indonesia dengan menghadirkan infrastruktur teknologi secara holistik bagi pelaku UMKM. "Kami sediakan sepenuhnya mulai dari kebutuhan barang dan jasa, pembayaran, pendanaan dan pembiayaan, logistik pengiriman, hingga berinteraksi dan bertransaksi di dalam satu platform," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X